Kajian Hidrologi untuk Konsultan Jasa Analisis Peil Banjir, Curah Hujan, Drainase, dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

Definisi dari Kajian Hidrologi

Kajian Hidrologi merupakan ilmu yang mempelajari air secara keseluruhan baik di permukaan bumi maupun di bawah permukaan bumi. Kajian hidrologi ditujukan untuk mengetahui kondisi air dalam segala bentuknya mulai dari persebaran daur, sifat fisika, kimia, serta kaitannya dengan unsur-unsur hidup yang ada di dalam air tersebut. Hal ini biasa dilakukan sebagai kajian awal perencanaan pembangunan atau pengembangan sumber daya air. Sedangkan hidrogeologi adalah bagian dari hidrologi yang lebih mengkhususkan tentang keterdapatan, penyebaran, dan juga pergerakan air di bawah permukaan bumi. Kajian hidrogeologi ditujukan untuk menganalisis keberadaan serta karekteristik air tanah terhadap batuan, yang berupa fisika, kimia, ataupun gabungan keduanya.

 

Mengapa diperlukan Konsultan Jasa Kajian Hidrologi ?

Dalam pembangunan Perumahan, Gedung, atau area Industri, rencana kegiatan yang akan dilaksanakan mengubah alih fungsi lahan dari lahan bervegatasi menjadi lahan tertutup maka akan mengakibatkan terjadinya perubahan tata air/hidrologi yang umumnya terjadi yaitu berupa peningkatan aliran permukaan karena penurunan kapasitas infiltrasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian hidrologi terhadap kegiatan ini. Dengan demikian, dapat diketahui mengenai keadaan hidrologi daerah tersebut sehingga dapat menentukan tindakan pengendalian yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kerugian.

 

Tujuan dan Manfaat Analisis Hidrologi

  1. Melakukan perhitungan hidrologi debit banjir di wilayah studi
  2. Melakukan analisis rencana penanggulangan dampak
  3. Menganalisis limpasan air permukaan akibat dari pembangunan
  4. Memberikan rekomendasi rencana penanggulangan dampak

 

Lingkup Pekerjaan dalam Konsultan Jasa Analisis Hidrologi

  1. Pengumpulan dan evaluasi data sekunder, yang terdiri dari: data curah hujan, data topografi, data lokasi lapangan, data saluran drainase kota baik dari instansi pemerintah maupun instansi terkait lainnya.
  2. Analisis hidrologi dan hidrolika untuk menghitung debit banjir rencana di kawasan tersebut dan sekitarnya.
  3. Analisis kapasitas rencana saluran drainase dan kolam tampungan.
Contoh Data Curah Hujan Harian - Jasa Analisis Hidrologi
Contoh Data Curah Hujan Harian

Data yang Diperlukan dalam Kajian Hidrologi

Pada tahap ini dilakukan kegiatan pengumpulan data, baik yang berasal dari instansi terkait maupun dari hasil kajian sebelumnya. Proses pengumpulan data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Primer

Data primer adalah data yang diperoleh dengan cara mengadakan peninjauan atau survei langsung di lapangan. Peninjauan langsung di lapangan dilakukan dengan beberapa pengamatan dan identifikasi. Pengamatan dan identifikasi langsung tersebut mencakup hal-hal sebagai berikut:

  • Letak dan kondisi lokasi studi
  • Melakukan inventori untuk mengetahui kondisi eksisting dan penggunaan lahan di dalam area kegiatan proyek
Siteplan Perumahan dan Drainase Arah Larian Air
Siteplan Perumahan dan Drainase Arah Larian Air

 

Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan mencari informasi secara ilmiah pada instansi maupun lembaga yang terkait dengan kegiatan studi hidrologi. Dalam hal ini data-data yang diperlukan sebagai berikut:

  • Peta topografi lokasi proyek dan site plan pembangunan (lanjutan) area studi.
  • Peta rupa bumi di sekitar lokasi studi.
  • Data curah hujan harian maksimum yang didapat dari stasiun hujan yang dekat dengan lokasi studi.
Peta Kontur Topografi untuk Jasa Analisis Hidrologi
Peta Kontur Topografi untuk Jasa Analisis Hidrologi

Sistem Penyaluran Air Hujan

Analisis Data Curah Hujan Wilayah

Maksudnya adalah data curah hujan harian dalam setahun yang dinyatakan dalam mm/ hari, untuk stasiun curah hujan yang berada di sekitar lokasi rencana pembangunan Perumahan, jumlah data curah hujan paling sedikit dalam jangka waktu 15 tahun berturut-berturut misal dari tahun 2007 sampai tahun 2021.

Sebelum melakukan perhitungan curah hujan, terlebih dahulu adalah menyaring data curah hujan yang akan digunakan dalam perhitungan curah hujan desain. Data curah hujan yang digunakan adalah curah hujan harian maksimum dengan tahapan sebagai berikut :

  • Uji Konsistensi Data Hujan
  • Pemeriksaan Outlier
Hasil Uji Outlier Data Hujan
Hasil Uji Outlier Data Hujan

Analisis Curah Hujan Maksimal

Analisis hujan rencana perlu dilakukan dalam rangka melakukan analisis limpasan permukaan yang menyebabkan terjadinya banjir. Dilakukan dengan menggunakan beberapa metode statistik untuk frekuensi ulang 2, 5, 10, 15, 25, 50 dan 100 tahun. Selanjutnya, analisis frekuensi adalah suatu analisis data hidrologi dengan menggunakan statistika yang bertujuan untuk memprediksi suatu besaran hujan atau debit dengan masa ulang tertentu. Frekuensi hujan adalah besarnya kemungkinan suatu besaran hujan disamai atau dilampaui.  Sebaliknya, kala ulang (return period) diartikan sebagai waktu dimana hujan atau debit dengan suatu besaran tertentu akan disamai atau dilampaui sesaluran dalam jangka waktu tersebut.

Semakin baik data yang tersedia, dalam pengertian kuantitatif dan kualitatif memberikan kemungkinan penggunaan cara analisis yang diharapkan dapat memberikan hasil perkiraan data hidrologi yang lebih baik, khususnya untuk menetapkan besar hujan atau debit dengan kala ulang tertentu. Beberapa metode probabilitas yang sering digunakan dalam perhitungan kajian hidrologi adalah sebagai berikut :

  • Distribusi Normal
  • Log Normal
  • Gumbel
  • Log Pearson III
  • Pemilihan Metode Distribusi

Analisis Intensitas Hujan

Besarnya intensitas hujan tergantung pada durasi curah hujan, beberapa prosedur untuk menentukan debit puncak banjir adalah dengan mengasumsikan intensitas hujan yang konstan.

 

Analisa Debit Maksimum

Analisa debit maksimum (banjir) merupakan laju aliran permukaan (limpasan) puncak yang berasal dari hujan maksimum. Perhitungan debit maksimum ini dapat memperkirakan debit banjir suatu sungai, limpasan lahan maupun limpasan dari jalan.

  • Debit Banjir Sungai
  • Limpasan Air Permukaan

 

Analisis Hidrolika

Saluran Drainase

Ada 2 jenis saluran yaitu saluran terbuka (open channel flow)  dan saluran tertutup (pipe flow). Sesuai dengan kondisi yang ada, saluran terbuka lebih cocok untuk digunakan di lokasi pekerjaan karena mudah dalam pelaksanaan dan pemeliharaan.

  • Saluran terbuka

Ada beberapa bentuk penampang melintang saluran terbuka yang umum dilaksanakan, yaitu penampang trapesium, penampang tunggal persegi dan penampang berganda,. Potongan melintang saluran yang paling ekonomis adalah saluran yang dapat melewatkan debit maksimum untuk luas penampang basah, kekasaran dan kemiringan dasar tertentu. Faktor yang terpenting dalam menentukan pilihan bentuk penampang saluran adalah pertimbangan ekonomi. Saluran terbuka memiliki aliran permukaan bebas seperti sungai, kanal, gorong-gorong dan saluran lingkungan.

  • Saluran tertutup

Drainase saluran tertutup merupakan sistem saluran yang permukaan airnya tidak terpengaruh dengan udara luar (atmosfir). Berbeda dengan saluran terbuka yang memiliki aliran permukaan bebas, maka pada saluran tertutup memiliki aliran dengan penampang penuh, seperti aliran melalui pipa.

 

Sungai

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui risiko banjir TR 02, 05, 10, 25, dan 50 akibat luapan Sungai terhadap suatu area bangunan.

Analisis Hidrologi - Hidrolika Aliran Sungai
Analisis Hidrologi – Hidrolika Aliran Sungai

 

Daftar Pengalaman Jasa Konsultan Analisis Hidrologi

Biaya Jasa Konsultan Survey untuk Analisis Hidrologi

Untuk harga atau biaya jasa konsultan hidrologi bisa dikonsultasikan kepada kami. Harga pekerjaan dapat dinegosiasikan tergantung volume dan detail pekerjaan. Kami siap memberikan harga yang terbaik dan kompetitif untuk Anda. Silahkan hubungi whatsapp / kontak kami.

 

Contoh Laporan Hasil Analisis Peil Banjir dan Kajian Hidrologi

Berikut ini adalah contoh dari hasil konsultansi kajian dan analisis hidrologi di daerah Jayapura. Untuk informasi lebih lengkap dapat menghubungi kami di nomor ini.

Contoh Laporan Konsultan Kajian Hidrologi
Contoh Laporan Konsultan Kajian Hidrologi

 

Daftar Pengalaman Konsultan Analisis Peil Banjir dan Kajian Hidrologi

  • Title: CONSULTANT FOR STUDY, ANALYST, DESIGN & SOLUTION RECOMMENDATION FOR FLOOD IMPACT TO DATA CENTER BUILDING; Client/Owner: PT Hutchison 3 Indonesia; Tahun: 2021
  • Title: KAJIAN HIDROLOGI ISTANA NEGARA DI KOTA JAYAPURA, PAPUA; Client/Owner: Kementrian PUPR; Tahun: 2021
  • Title: KAJIAN HIDROLOGI KEGIATAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAUD 1 RESIDENCE; Client/Owner: PT Daun; Tahun: 2021
  • Title: Jasa Pekerjaan Survey Hidrologi (Relokasi Saluran) untuk Perumahan di Bandung; Client/Owner: PT CIPUTRA GLOBAL MEGAH KARYA; Tahun: 2021

One thought on “Kajian Hidrologi untuk Konsultan Jasa Analisis Peil Banjir, Curah Hujan, Drainase, dan Daerah Aliran Sungai (DAS)

Kolom Diskusi