Jasa Uji Sondir untuk Soil Test Analisis Daya Dukung Tanah

Sondir atau CPT (Cone Penetration Test) biasa digunakan untuk mendukung para kontraktor pembangunan Gedung atau bangunan baik skala kecil atau besar. Sondir adalah alat yang telah lama di Indonesia, berbentuk silindris dengan ujungnya berupa konus. Tes sondir telah digunakan hampir pada setiap penyelidikan tanah pada pekerjaan teknik sipil karena relatif cepat, murah, dan mudah penggunaanya.

Metode Uji Sondir / CPT (Cone Penetration Test)

Standar pengujian lapangan menggunakan sondir telah diatur dalam SNI nomor 2827:2008 yang dapat di download disini. Untuk standar internasional CPT yaitu ASTM D3441 – 98.

Pengertian Uji Sondir

Pengertian uji sondir yaitu stang alat sondir ditekan ke dalam tanah lalu kemudian diukur nilai dari perlawanan tanah terhadap ujung sondir (tahanan ujung) dan gesekan pada selimut silinder dalam gaya per satuan panjang.

Metode sondir atau dikenal juga sounding adalah model atau representasi dari pondasi tiang dalam skala kecil. Teknik pendugan daya dukung tanah atau kedalaman tanah keras dengan suatu batang telah lama dipraktekan oleh Swedia sejak zaman dulu.

Metode Uji Sondir

Sumber: Wikipedia

 

Prinsip Kerja Tes Sondir

Metoda sondir terdiri dari penekanan suatu tiang pancang ke dalam tanah untuk meneliti penetrasi atau tahanan gesernya. Metoda ini berfungsi untuk eksplorasi dan pengujian di lapangan. Uji ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman lapisan tanah yang keras dan homogenitas tanah dalam arah lateral. Hasil uji sondir disajikan dalam bentuk diagram sondir yang mencatat nilai tahanan konus dan friksi selubung, kemudian digunakan untuk menghitung daya dukung tanah.

Metode sondir merupakan salah satu dalam soil investigation atau soil test. Di Indonesia yang banyak dijumpai tanah lempung hingga dalam membuat alat sondir sebagai alat tes di lapangan yang sangat terkenal karena lapisan tanah lembek mudah ditembus. Untuk di dunia internasional sendiri, penggunaan Sondir semakin populer khususnya untuk menggantikan SPT untuk test yang dilakukan pada jenis tanah liat yang lunak dan untuk tanah pasir halus sampai tanah pasir sedang/kasar. Pengujian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai perlawanan penetrasi konus (qc), hambatan lekat (fs) tanah dan friction ratio (rf) untuk memperkirakan jenis tanah yang diuji.

 

Hasil Data Sondir

 

 

Fungsi dan Tujuan Uji Sondir

Secara umum, tujuan dari tes sondir adalah untuk memperoleh data sebagai berikut: 

  • Data perlawanan konus (qc)
  • Parameter perlawanan geser (fs)
  • Angka banding geser (Rf)
  • Data geseran total tanah (Tf)
  • Agar dapat mengintepretasikan profil perlapisan tanah
  • Agar bisa mengetahui kedalaman tanah keras

 

Contoh Hasil Uji Sondir ASTM

 

Jasa Uji Sondir untuk Soil Test Pondasi Gedung dan Bangunan

Pondasi bangunan dapat dibagi menjadi dua, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Untuk pondasi dangkal biasanya digunakan untuk membuat bangunan yang kecil. Sedangkan pondasi dalam digunakan untuk membuat Gedung yang tinggi. Metode yang umum digunakan dalam pembuatan pondasi bangunan adalah metode pondasi pancang dan bore pile.

Pada saat kita membuat bangunan maka hal bagian yang paling penting adalah pondasi karena mengalirkan beban langsung ke dalam lapisan tanah. Lapisan tanah harus kuat menahan beban dari pondasi gedung agar bisa menopang dan mengalirkan beban struktur supaya gaya yang terdapat di dalam bangunan tetap stabil.

Oleh karena itu Geochem Survey sebagai Konsultan Geoteknik menyediakan jasa uji Sondir atau CPT oleh tenaga ahli sipil dari ITB agar bisa menghitung atau membantu arsitek merencakan Gedung dengan tepat. Sehingga kontraktor atau developer bangunan dapat membuat Gedung dengan konstruksi yang sesuai dan bertahan lama.

 

Peralatan Mesin Sondir Tanah

Mesin Sondir Ringan

Disebut juga alat sondir untuk pengujian ringan yaitu kapasitas 0-250 kg/cm2 atau 2.5 ton. Biasanya untuk kedalaman maksimal 30 m.

 

Mesin Sondir Berat

Alat sondir untuk pengujian berat dengan kapasitas hingga 0-500 kg/cm2 atau 5 ton. Biasanya untuk kedalaman maksimal 50 m.

 

Alat CPTu (Cone Penetration Test ultimate)

CPTu atau electric piezocone adalah sondir dengan pengukuran tekanan air pori. Tujuan dari uji CPTu adalah untuk mengidentifikasi kondisi bawah permukaan. Sehingga dapat mengklasifikasikan jenis tanah, mendeteksi lapisan dan mengukur kekuatan, menentukan karakteristik deformasi, dan permeabilitas tanah pondasi.

Selain resistensi gesekan dan gesekan pada selimut silinder, tes CPTU juga dapat untuk mengukur tekanan air (pore pressure) karena ada sensor tambahan di konusnya.

 

Sumber: https://californiapushtechnologies.squarespace.com/

 

Proses Penyelidikan Tanah dengan Uji Sondir

Persiapan Tes Sondir Tanah

 

Tahapan Pelaksanaan Tes Sondir 

  • Menentukan titik untuk sondir biasanya berdasarkan site plan dari owner / client. Kemudian menempatkan alat sondir di area kerja yang memiliki permukaan datar
  • Menancapkan 4 angker ke dalam tanah. Cara menancapkan angker dengan memutarnya menggunakan kunci pemutar angker atau kunci T. Lalu, pasang 2 pelat besi memanjang di dekat angker. Jarak pelat dan angker dapat disesuaikan dengan dimensi alat sondir
  • Alat sondir dan asesorisnya ditempatkan secara tegak lurus di lokasi pengujian. Untuk menahan mesin dan agar kokoh di atas tanah maka diperkuat dengan pelat besi pendek dan pengunci angker yang dipasang di tanah
  • Memasang traker dengan tekan stang dalam. Ketika penekanan pertama, bagian ujung konus bergerak ke bawah sekitar 4 cm. Setelah itu dilakukan pembacaan manometer yang menyatakan perlawanan ujung. Dalam penekanan selanjutnya, mantel dan konus bergerak 4 cm. Nilai yang terbaca pada manometer merupakan nilai perlawanan lekat dan nilai tekanan ujung.
  • Jika batang konus sudah dimasukkan ke dalam tanah, putar bagian sebanyak 5 kali bagian pemutar sondir. Maka dapat dilihat bahwa jarum di manometer menunjukkan 2 nilai. Nilai yang besar adalah Jumlah Perlawanan Konus (JPK) sedangkan nilai yang kecil adalah Perlawanan Penetrasi Konus (PPK).
  • Jumlah perlawanan konus yaitu perlawanan geser pada konus saat dilakukan penekanan kedalam. Perlawanan penetrasi konus yaitu perlawanan tanah terhadap bagian ujung konus ketika menekan kedalam. Sedangkan hambatan lekat yaitu perlawanan geser tanah dengan selubung bikonus.
  • Menekan kembali stang luar ke dalam tanah sampai masuk 20 cm
  • Diulang terus langkah yang sama sampai nilai di manometer 3 kali berturut – turut menampilkan lebih dari atau sama dengan 150 kg/cm2.
  • Jika nilai konus sondir telah mencapai batas maksimal atau sudah mencapai tanah keras, pengujian sondir dapat dihentikan.

 

Perhitungan Daya Dukung Tanah dan Tiang Pancang Berdasarkan Data Sondir

Prinsip dasar dari jasa uji sondir di lapangan adalah hukum aksi – reaksi, yaitu sebagai dasar untuk perhitungan nilai perlawanan konus dan nilai perlawanan geser di bawah ini.

Nilai perlawanan konus (qc)

P konus = P piston

qc x Ac = Cw x Api

qc = Cw x Api / Ac

Api = π (Dpi )² / 4

Ac = π (Dc)² / 4

 

Nilai perlawanan geser (fa)

P konus + P geser = P piston

(qc x Ac) + (fs x As) = Tw x Api

(Cw x Api) + (fs x As) = Tw x Api

fs = Kw x Api / As

As = π Ds Ls

Kw = (Tw – Cw )

 

Angka Banding Geser (Rf)

Rf = (fs / qs ) x 100

 

Geseran total (Tf)

Tf = (fs x interval pembacaan)

 

Dengan:

  • Cw          = pembacaan manometer untuk nilai perlawanan konus (kPa)
  • Tw          = pembacaan manometer untuk nilai perlawanan konus dan geser (kPa)
  • Kw          = selisih dengan (kPa)
  • P konus  = gaya pada ujung konus (kN)
  • P piston = gaya pada piston (kN)
  • qc           = perlawanan konus (kPa)
  • fs           = perlawanan geser lokal (kPa)
  • Rf          = angka banding geser (%)
  • Tf          = geseran total (kPa)
  • Api        = luas penampang piston (cm²)
  • Dpi        = diameter piston (cm)
  • Ac         = luas penampang konus (cm²)
  • Dc = Ds= diameter konus sama dengan diameter selimut geser (cm)
  • As         = luas selimut geser (cm²)
  • Ds         = diameter selimut geser (cm)
  • Ls          = panjang selimut geser (cm)

 

Jika hasil penyelidikan tanah yang dilakukan dengan pendugaan sondir Dutch Cone Penetration Test (DCPT) belum mendapatkan perlawanan konus >250 kg/cm. Maka artinya belum mendapatkan tanah yang kuat untuk dasar pondasi.

Oleh karena itu, untuk mendukung konstruksi gedung disarankan menggunakan tiang pancang dalam. Untuk perhitungan daya dukung tanah disarankan mengunakan Formula E.E De Beer

 

Formula E.E De Beer

Qa                   = Qc . A . + Tsf . Q

Pijin                 = Qc . A/3 + Tsf . Q/5

 

Dengan:

  • Qa             = Daya pikul (ultimate) tiang pancang, (ton/tiang)
  • P Ijin          = Daya pikul ijin tiang pancang, (ton/tiang)
  • QC            = Perlawanan konus (qc), (kg/cm²)
  • TSF           = Total skin friction, (kg/cm)
  • A                = Luas tiang, (m²)
  • Q               = Keliling tiang, (m)
  • 3 dan 5      = Faktor keamanan

 

Contoh daya pikul tiang pancang berdasarkan hasil pengujian sondering tes

Perhitungan Daya Dukung Tiang Pancang

 

Contoh Data Sondir Tanah Lengkap (Excel)

Untuk contoh hasil uji sondir dapat download disini yang pernah dilakukan oleh Team Geochem Survey.

 

Daftar Pengalaman Jasa Uji Sondir Geochem Survey

Biaya Jasa Uji Sondir

Untuk biaya sondir kurang lebih Rp 2 juta per titik. Harga jasa sondir bergantung dari banyaknya titik dan lokasi pekerjaan. Silahkan kontak kami lebih lanjut untuk diskusikan penawaran sondir.

Untuk CPTu bisa langsung kontak ke Whatsapp atau Nomor Kami.

 

Dokumentasi Pengukuran Uji Sondir Ultimate (CPTu)

This slideshow requires JavaScript.

 

Contoh Laporan Hasil Sondir Tanah

Contoh Laporan Hasil Jasa Uji Sondir CPT