Jasa Survey Soil Thermal Resistivity / Conductivity untuk Pipa atau Kabel Bawah Tanah

Penggunaan metode Soil Thermal Resistivity atau disebut juga Soil Thermal Conductivity sangat penting untuk bidang konstruksi. Ketika perusahaan konstruksi sedang membangun jaringan utilitas bawah tanah, maka harus memperhatikan tingkat kelembaban dan sifat konduktivitas termal dari tanah sekitarnya.

Survey soil thermal resistivity berbeda dengan soil resistivity testing karena perbedaan parameter fisik yang didapat. Yang satu berupa derajat temperatur tanah sedangkan yang satu lagi adalah resistivitas tanah. 

 

Metode Soil Thermal Resistivity / Conductivity

Pengertian Soil Thermal Resistivity

Soil Thermal Resistivity adalah perbedaan derajat celcius antara ukuran kubik partikel tanah sebesar centimeter yang berlawanan dan disebabkan oleh pemindahan satu watt panas. Satuan dari soil thermal resistivity dinyatakan dalam thermal ohm / cm atau ° C cm / watt.

 

Sumber: https://tempsand.com.au

 

Prinsip Kerja Soil Thermal Resistivity

Standar survey soil thermal resistivity yang dilaksanakan di lapangan yaitu berdasarkan ASTM D5334 – Metode Uji Standar untuk Penentuan Konduktivitas Termal dan IEEE 442-1981 – Panduan untuk Pengukuran Resistivitas Thermal Tanah. Temperatur tanah dipantau selama pengujian dan pergeseran temperatur dicatat sebagai bagian dari pengukuran, untuk memungkinkan kompensasi pergeseran jika diperlukan.

Variasi dalam sifat fisik dapat memiliki efek signifikan pada konduktivitas termal tanah. Sebagai aturan umum, konduktivitas termal sebanding dengan kadar air. Dengan demikian, semakin tinggi kadar air tanah, semakin tinggi konduktivitas termal, dan sebaliknya.

 

Cara Melakukan Survey Soil Thermal Conductivity

Untuk pelaksanaan yang aman dan tepat berbagai proyek teknik sipil dan listrik, penentuan resistivitas thermal tanah sangat penting. Namun, sifat thermal tanah akan memainkan peran penting untuk proyek yang sangat sensitif terhadap lingkungan seperti pembuangan limbah radioaktif tingkat tinggi di lokasi pembuangan bawah tanah yang dalam.

Selain itu juga proyek rekayasa seperti desain dan peletakan tegangan tinggi kabel listrik terkubur, saluran pipa minyak dan gas, dan teknik modifikasi tanah menggunakan pemanasan dan pembekuan. Pengetahuan tentang sifat thermal tanah juga diperlukan untuk pengelolaan tanah dan air yang tepat dalam pertanian irigasi, menentukan keseimbangan energi pada permukaan tanah, retensi air tanah, dan konduktivitas hidrolik tak jenuh.

 

This slideshow requires JavaScript.

 

Kegunaan dan Fungsi Soil Thermal Resistivity / Conductivity

Dalam industri konstruksi, kabel dan pipa yang terkubur dapat menimbulkan bencana yang mungkin terjadi.  Secara umum, konduktivitas thermal tanah bertambah dengan meningkatnya kadar air. Demikian juga sebaliknya, jika kadar air berkurang maka akan tanah akan bersifat resistif dan bisa berbahaya untuk jaringan kabel listrik atau pipa dalam tanah.

Jika konduktivitas thermal tanah rendah, kabel dan jaringan pipa mungkin mengalami panas berlebih dan berpotensi terbakar. Ketika berhadapan dengan pipa air panas yang terkubur, diperlukan tanah dengan konduktivitas termal rendah, untuk meminimalkan kehilangan panas dari pipa ke tanah.

Oleh karena itu, pengujian termal yang akurat dan tepat, dan pada akhirnya pemilihan bahan penimbunan yang tepat adalah kunci untuk penggunaan sistem bawah tanah yang tahan lama.

 

Peralatan untuk Survey Resistivitas Thermal Tanah

Alat Soil Thermal Resistivity

Alat Survey untuk Metode Soil Thermal Resistivity / Conductivity

Main unit soil thermal resistivity dan probe thermal yang digunakan yaitu A5000T produksi dari M.A.E. (Italy). Spesifikasi alat tersebut adalah:

  • Transmisi panas dari beberapa tipe sub-tanah

Dry loose rock : +/- 1,5 W / m K
Gravel, sand, water table: 1,8 2,4W / m K
Granite: 3,4W / m K

  • Pengambilan data

Resolusi: 24 bit
Distorsi maksimum: 0,0005%
Pengambilan sampel maksimum: 0.3Hz
Rentang maksimum sinyal masuk: 0-2.5V

  • Pengukuran

Jenis pengukuran: sesuai dengan standar ASTM D 5334 dan IEEE 442-1981
Waktu pengukuran: dari 300 hingga 1020 dengan pitch 30 detik
Nilai yang dihitung: λ termal (transmisi panas) dan Rt (resistivitas)
Dukungan perekaman: memori SD yang dapat dilepas hingga 2 GB
Format data: TSV, BMP

 

Dokumentasi Pengambilan Data Soil Thermal Resistivity

 

Daftar Pengalaman Jasa Survey Soil Thermal Resistivity / Conductivity

Biaya Jasa Survey Soil Thermal Resistivity

Untuk harga jasa survey biasanya ditentukan per titik dan tergantung lokasi survey. Dapatkan harga yang menarik dengan menghubungi Kami.

 

Contoh Laporan Hasil Data Uji Resistivitas Thermal Tanah

Contoh Laporan Metode Soil Thermal Resistivity Conductivity

Laporan Hasil Soil Thermal Resistivity Conductivity

 

NoProject TitleDetailKlienLokasiTahun
1Tes Soil Thermal ResistivityUji soil thermal resistivity di dalam area PT Pertamina RU V BalikpapanPT Surveyor IndonesiaBalikpapanApr-20
2Pengukuran Soil Thermal ResistivityMelakukan soil thermal conductivity dan survey soil resistivity di area rencana pembangunan pabrikPT Dwimitra Ekatama MandiriJababekaJun-19
3Land SurveyMelakukan due dilligence akuisis soil thermal resistivity di area rencana pembangunan pabrikPT Dwimitra Ekatama MandiriKarawangFeb-19
4Survey Soil Thermal ResistivityMelakukan soil thermal conductivity dan survey soil resistivity di area rencana pembangunan pabrikPT Dwimitra Ekatama MandiriCikarang, BekasiFeb-19
5Soil Thermal ConductivityMelakukan survey soil thermal conductivity di area plant Geothermal sebelum pemasangan kabelPT Exabb Energy NusantaraMuara Laboh, SolokDec-18