Jasa bor geoteknik adalah pekerjaan penyelidikan tanah yang dilakukan untuk memperoleh data bawah permukaan, kondisi lapisan tanah atau batuan, nilai penetrasi tanah, contoh tanah, contoh batuan, dan parameter teknis yang diperlukan dalam perencanaan konstruksi. Data ini menjadi dasar penting untuk desain pondasi, evaluasi daya dukung tanah, analisis penurunan, stabilitas lereng, perencanaan jalan, bangunan, jembatan, kawasan industri, dan infrastruktur lainnya.
Dalam tahapan pembangunan infrastruktur, pekerjaan survey dan investigasi berada pada tahap awal sebelum desain, pembebasan lahan, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan. Keputusan teknis pada tahap desain tidak dapat hanya mengandalkan asumsi kondisi tanah. Tanah harus diperiksa melalui metode lapangan dan laboratorium agar struktur dapat dirancang dengan aman, efisien, dan sesuai kondisi geoteknik di lokasi proyek.
PT Geochem Survey International menyediakan jasa bor geoteknik dan soil investigation untuk kebutuhan proyek sipil, infrastruktur, industri, energi, pertambangan, gedung, jalan, jembatan, dan pengembangan lahan. Pekerjaan dapat mencakup boring tanah, SPT, coring tanah atau batuan, sondir, CBR, DCP, Sand Cone, hand bore, test pit, pengambilan sampel, uji laboratorium mekanika tanah dan batuan, serta penyusunan laporan teknis geoteknik.

Apa Itu Soil Investigation?
Soil investigation atau penyelidikan tanah adalah pekerjaan investigasi geoteknik untuk mengetahui kondisi tanah dan batuan di bawah permukaan. Tujuan utamanya adalah memperoleh informasi yang cukup untuk merancang pondasi, mengevaluasi kestabilan tanah, memahami karakter lapisan, dan mengantisipasi risiko yang dapat terjadi selama konstruksi maupun setelah bangunan beroperasi.
Data soil investigation dapat digunakan untuk menentukan jenis pondasi, kedalaman pondasi, potensi penurunan, daya dukung tanah, kondisi muka air tanah, jenis tanah, kekuatan tanah, kepadatan lapisan, serta kebutuhan perbaikan tanah. Tanpa data geoteknik yang memadai, desain pondasi dapat berisiko terlalu lemah, terlalu mahal, atau tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
Pekerjaan soil investigation dapat dilakukan dengan beberapa metode, seperti bor geoteknik, Standard Penetration Test atau SPT, Cone Penetration Test atau sondir, pengambilan sampel tanah, pengujian laboratorium, test pit, DCP, CBR, dan metode pendukung lain sesuai kebutuhan proyek.
Mengapa Bor Geoteknik Dibutuhkan?
Bor geoteknik dibutuhkan karena kondisi tanah dapat berubah secara vertikal maupun horizontal. Lapisan tanah di satu titik tidak selalu sama dengan titik lain, terutama pada area timbunan, kawasan aluvial, lereng, daerah pesisir, bekas rawa, kawasan industri, atau area yang pernah mengalami perubahan penggunaan lahan.
Melalui pengeboran, engineer dapat memperoleh gambaran langsung mengenai urutan lapisan tanah atau batuan, kedalaman lapisan keras, kedalaman muka air tanah, jenis material bawah permukaan, serta nilai SPT pada interval tertentu. Informasi ini membantu perencana menentukan desain pondasi yang sesuai dan meminimalkan risiko kegagalan konstruksi.
Kebutuhan Umum Bor Geoteknik
- Perencanaan pondasi gedung, pabrik, jembatan, tower, dan struktur berat.
- Investigasi tanah untuk jalan, kawasan industri, pelabuhan, dan infrastruktur.
- Evaluasi daya dukung tanah dan potensi penurunan.
- Identifikasi lapisan tanah lunak, tanah keras, pasir, lempung, lanau, kerikil, atau batuan.
- Pengambilan sampel tanah terganggu dan tidak terganggu.
- Pengambilan inti batuan atau core sample.
- Pengujian SPT untuk memperoleh nilai N-SPT.
- Data pendukung desain pondasi dangkal, pondasi dalam, perbaikan tanah, dan retaining structure.
- Studi geoteknik untuk proyek reklamasi, tambang, lereng, dan konstruksi khusus.
Metode Kerja Soil Investigation
Metode kerja soil investigation perlu disusun berdasarkan tujuan proyek, tipe struktur, kondisi lokasi, risiko geoteknik, dan output yang dibutuhkan oleh perencana. Strategi investigasi yang baik tidak hanya menentukan jumlah titik bor, tetapi juga kedalaman investigasi, jenis pengujian lapangan, kebutuhan sampel, dan jenis uji laboratorium.
Informasi yang dikumpulkan harus cukup untuk menilai kesesuaian lokasi terhadap rencana bangunan, potensi deformasi tanah, keamanan pondasi, tekanan tanah terhadap struktur, kemampuan penetrasi tiang, kebutuhan dewatering, stabilitas galian, kemungkinan perbaikan tanah, serta dampak pekerjaan terhadap lingkungan sekitar.
1. Pengumpulan Data dan Peninjauan Lapangan
Tahap awal dilakukan dengan mengumpulkan informasi lokasi, rencana bangunan, akses lapangan, data topografi, data geologi, kondisi drainase, dan riwayat penggunaan lahan. Peninjauan lapangan membantu tim menentukan metode investigasi yang paling sesuai dan mengidentifikasi kendala teknis sejak awal.
2. Penyelidikan Awal
Penyelidikan awal dilakukan untuk memperoleh gambaran umum kondisi tanah. Pada tahap ini, engineer dapat menentukan kebutuhan titik bor, titik sondir, kedalaman investigasi, serta metode tambahan yang diperlukan. Untuk proyek sederhana, penyelidikan awal dapat langsung dilanjutkan ke investigasi utama.
3. Penyelidikan Utama
Penyelidikan utama mencakup pekerjaan lapangan seperti bor geoteknik, SPT, coring, sondir, pengambilan sampel tanah, pengujian in-situ, dan pengukuran muka air tanah. Data dari tahap ini menjadi dasar utama untuk analisis geoteknik dan penyusunan rekomendasi teknis.
4. Penyelidikan Tambahan
Penyelidikan tambahan dapat dilakukan jika data awal belum cukup, ditemukan kondisi tanah yang kompleks, atau terjadi perubahan desain. Contohnya adalah penambahan titik bor, uji laboratorium tambahan, pengujian geofisika, pemasangan piezometer, atau investigasi khusus pada area yang memiliki risiko geoteknik tinggi.
Jenis Pekerjaan Penyelidikan Tanah
Pekerjaan penyelidikan tanah dapat terdiri dari beberapa metode. Setiap metode memiliki fungsi dan keterbatasan masing-masing. Dalam banyak proyek, beberapa metode digunakan secara bersamaan agar data bawah permukaan lebih lengkap dan interpretasi geoteknik menjadi lebih kuat.
Uji Penetrasi Konus atau Sondir
Uji penetrasi konus atau Cone Penetration Test adalah metode in-situ untuk mengukur tahanan konus dan gesekan selimut tanah. Di Indonesia, pengujian sondir umum digunakan sebagai data awal untuk interpretasi perlapisan tanah dan evaluasi kapasitas pondasi, terutama pada proyek bangunan, jalan, kawasan industri, dan infrastruktur ringan sampai menengah.
Sondir membantu memperkirakan perubahan karakter tanah secara kontinu terhadap kedalaman. Namun, sondir tidak menghasilkan sampel tanah secara langsung. Karena itu, pada proyek yang membutuhkan identifikasi material lebih detail, sondir sering dikombinasikan dengan bor geoteknik dan uji laboratorium.
Bor Geoteknik, SPT, dan Coring
Bor geoteknik dilakukan untuk membuka profil bawah permukaan dan memperoleh sampel tanah atau batuan. Pada interval tertentu, pekerjaan bor dapat disertai Standard Penetration Test atau SPT untuk mengetahui perlawanan dinamik tanah. Nilai N-SPT kemudian digunakan sebagai salah satu parameter dalam interpretasi kepadatan, konsistensi, dan kapasitas tanah.
SPT dilakukan dengan menumbukkan split spoon sampler ke dalam tanah menggunakan palu standar. Jumlah pukulan yang dibutuhkan untuk penetrasi tertentu dicatat sebagai nilai N-SPT. Data ini sangat umum digunakan dalam pekerjaan geoteknik karena relatif praktis, dikenal luas, dan dapat dikorelasikan dengan beberapa parameter desain tanah.
Apabila pengeboran mencapai lapisan batuan, metode coring dapat digunakan untuk mengambil inti batuan. Core sample kemudian dideskripsikan berdasarkan litologi, tingkat pelapukan, fracture, recovery, RQD, dan parameter lain yang diperlukan untuk kebutuhan engineering.
CBR atau California Bearing Ratio
CBR digunakan untuk mengevaluasi kekuatan tanah dasar atau lapis pondasi jalan. Pengujian ini penting pada pekerjaan jalan, area parkir, kawasan industri, dan perkerasan. Nilai CBR membantu engineer menilai kemampuan tanah dalam menahan beban lalu lintas atau beban permukaan lainnya.
Pengujian CBR dapat dilakukan di laboratorium maupun lapangan sesuai kebutuhan proyek. Data CBR sering digunakan bersama data kepadatan, kadar air, klasifikasi tanah, dan hasil pengujian lain untuk menentukan desain perkerasan yang lebih tepat.
DCP atau Dynamic Cone Penetrometer
DCP adalah metode cepat untuk mengevaluasi kekuatan tanah dasar dan lapis pondasi jalan. Pengujian dilakukan dengan mencatat jumlah pukulan dan penetrasi konus ke dalam tanah. Hasil pembacaan dapat dikorelasikan dengan nilai CBR atau digunakan untuk melihat variasi kekuatan tanah terhadap kedalaman tertentu.
Metode DCP sangat berguna pada pekerjaan jalan, inspeksi lapangan, evaluasi subgrade, dan pemeriksaan area yang membutuhkan hasil cepat. Karena sifatnya praktis, DCP sering digunakan sebagai metode pendukung untuk mengevaluasi keseragaman kondisi tanah di sepanjang trase atau area pekerjaan.
Sand Cone
Sand Cone digunakan untuk mengevaluasi kepadatan tanah hasil pemadatan di lapangan. Metode ini membandingkan berat isi kering tanah di lapangan dengan berat isi kering maksimum dari hasil uji pemadatan laboratorium. Hasilnya digunakan untuk menentukan derajat pemadatan atau degree of compaction.
Pengujian Sand Cone sering digunakan pada pekerjaan timbunan, jalan, area industri, tanggul, dan proyek pematangan lahan. Data ini membantu memastikan bahwa pekerjaan pemadatan memenuhi spesifikasi teknis sebelum tahap konstruksi berikutnya dilakukan.
Test Pit atau Parit Uji
Test pit adalah penggalian terbuka untuk melihat kondisi tanah secara langsung pada kedalaman dangkal. Metode ini dapat digunakan untuk mendeskripsikan stratigrafi tanah, melihat kondisi material, mengamati muka air tanah dangkal, dan mengambil bulk sample untuk pengujian laboratorium.
Test pit cocok untuk pekerjaan investigasi dangkal, evaluasi material timbunan, studi tanah permukaan, dan verifikasi kondisi lapangan. Kedalaman test pit umumnya terbatas karena faktor keselamatan, stabilitas galian, dan kondisi tanah setempat.
Hand Bore atau Bor Tangan
Hand bore adalah metode pengeboran manual untuk mengambil sampel tanah pada kedalaman terbatas. Metode ini dapat menghasilkan disturbed sample atau undisturbed sample sesuai kebutuhan dan kondisi tanah. Hand bore sering digunakan untuk investigasi awal, pekerjaan skala kecil, atau area yang sulit diakses oleh mesin bor.
Walaupun lebih sederhana dibanding bor mesin, hand bore tetap perlu dilakukan dengan prosedur yang baik agar sampel yang diperoleh dapat digunakan untuk interpretasi tanah dan pengujian laboratorium yang relevan.
Uji Laboratorium Mekanika Tanah dan Batuan
Uji laboratorium dilakukan untuk memperoleh parameter fisik dan mekanik tanah atau batuan. Sampel dari lapangan dapat diuji untuk mengetahui kadar air, berat jenis, berat isi, batas Atterberg, analisis saringan, hidrometer, kuat geser, konsolidasi, kompaksi, CBR, UCS, dan pengujian lain sesuai kebutuhan proyek.
Pengujian laboratorium harus disesuaikan dengan tujuan desain. Tidak semua proyek membutuhkan jenis uji yang sama. Pemilihan uji harus mempertimbangkan tipe struktur, kondisi tanah, jenis pondasi, potensi masalah geoteknik, dan kebutuhan parameter dalam analisis engineering.
Tahapan Pelaksanaan Jasa Bor Geoteknik
Pelaksanaan bor geoteknik perlu mengikuti prosedur teknis agar data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Berikut tahapan umum pekerjaan bor geoteknik untuk soil investigation.
1. Penentuan Titik Bor dan Kedalaman Investigasi
Titik bor ditentukan berdasarkan rencana struktur, luas area, kondisi geologi, beban bangunan, dan kebutuhan desain. Untuk gedung atau struktur berat, titik bor biasanya ditempatkan pada area yang mewakili posisi pondasi. Untuk jalan, trase, atau kawasan luas, titik investigasi dapat disusun mengikuti jalur atau grid tertentu.
Kedalaman investigasi ditentukan berdasarkan perkiraan kedalaman pengaruh beban, jenis pondasi, kondisi tanah, dan potensi lapisan keras. Pada beberapa proyek, kedalaman bor perlu diperpanjang apabila ditemukan tanah lunak, lapisan tidak stabil, atau kondisi bawah permukaan yang belum cukup jelas.
2. Mobilisasi Alat dan Persiapan Lapangan
Setelah titik bor ditentukan, tim melakukan mobilisasi mesin bor, peralatan SPT, casing, pompa, pipa bor, alat sampling, dan perlengkapan keselamatan. Persiapan lapangan juga mencakup akses alat, area kerja, sumber air, perizinan, serta koordinasi dengan pihak proyek.
Pada area terbatas, padat bangunan, atau lokasi dengan akses sulit, pemilihan alat perlu disesuaikan agar pekerjaan tetap aman dan efektif. Faktor keselamatan kerja menjadi penting karena bor geoteknik melibatkan alat mekanis, putaran bor, material berat, dan kondisi tanah yang dapat berubah selama pengeboran.
3. Pengeboran dan Pengambilan Sampel
Pengeboran dilakukan secara bertahap mengikuti kedalaman rencana. Selama pengeboran, tim mencatat perubahan material, warna tanah, kondisi air pembilas, kemajuan bor, kedalaman casing, kondisi mata bor, dan informasi lapangan lain yang relevan. Catatan tersebut membantu penyusunan bore log dan interpretasi lapisan tanah.
Sampel tanah dapat diambil sebagai disturbed sample atau undisturbed sample. Disturbed sample digunakan untuk identifikasi umum dan beberapa uji indeks, sedangkan undisturbed sample diperlukan untuk pengujian yang membutuhkan kondisi struktur tanah lebih representatif, seperti konsolidasi atau kuat geser tertentu.
4. Pengujian SPT pada Interval Tertentu
SPT dilakukan pada interval kedalaman tertentu atau pada perubahan lapisan yang penting. Pengujian ini menghasilkan nilai N-SPT yang menunjukkan perlawanan tanah terhadap penetrasi. Nilai tersebut digunakan sebagai salah satu data utama dalam interpretasi kekuatan dan kepadatan tanah.
Pelaksanaan SPT harus memperhatikan kondisi alat, prosedur penumbukan, energi palu, kedalaman uji, dan pencatatan jumlah pukulan. Data yang dicatat dengan baik akan memudahkan engineer dalam membuat korelasi teknis dan rekomendasi desain.
5. Coring Tanah atau Batuan
Coring dilakukan untuk memperoleh inti tanah atau batuan dari lubang bor. Pada batuan, hasil coring dapat digunakan untuk menilai jenis batuan, tingkat pelapukan, rekahan, core recovery, RQD, dan kondisi geologi teknik lainnya. Data ini sangat penting untuk proyek pondasi, lereng, terowongan, tambang, bendungan, dan struktur berat.
Core sample perlu disusun dalam core box dan diberi identitas kedalaman yang jelas. Dokumentasi foto, deskripsi geologi, dan pencatatan recovery menjadi bagian penting dari kualitas laporan geoteknik.
6. Pengujian Laboratorium
Sampel yang diperoleh dari lapangan dikirim ke laboratorium untuk pengujian sesuai kebutuhan proyek. Hasil uji laboratorium digunakan untuk memperoleh parameter indeks dan mekanik tanah atau batuan. Parameter tersebut dapat digunakan dalam analisis pondasi, stabilitas, penurunan, dan desain perbaikan tanah.
7. Analisis dan Penyusunan Laporan Geoteknik
Data lapangan dan laboratorium dianalisis untuk menghasilkan interpretasi kondisi bawah permukaan. Laporan geoteknik dapat mencakup ringkasan pekerjaan, lokasi titik investigasi, metode, bore log, nilai N-SPT, hasil laboratorium, profil tanah, interpretasi muka air tanah, kesimpulan, dan rekomendasi teknis.
Laporan yang baik harus dapat digunakan oleh engineer dan perencana untuk mengambil keputusan desain. Karena itu, data perlu disajikan secara jelas, sistematis, dan dapat ditelusuri kembali ke catatan lapangan maupun hasil pengujian.
Output Jasa Bor Geoteknik dan Soil Investigation
Output pekerjaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Pada pekerjaan soil investigation, klien umumnya membutuhkan data lapangan, hasil laboratorium, interpretasi geoteknik, dan laporan teknis yang dapat digunakan untuk desain atau dokumen proyek.
- Peta lokasi titik bor, sondir, atau titik uji.
- Bore log dan deskripsi lapisan tanah atau batuan.
- Nilai N-SPT pada interval kedalaman tertentu.
- Data muka air tanah apabila teramati.
- Dokumentasi sampel tanah atau batuan.
- Hasil uji laboratorium mekanika tanah dan batuan.
- Profil stratigrafi tanah.
- Interpretasi kondisi bawah permukaan.
- Data CBR, DCP, Sand Cone, atau test pit jika termasuk dalam lingkup pekerjaan.
- Rekomendasi teknis sesuai kebutuhan proyek.
- Laporan final dalam format PDF dan lampiran data teknis.
Tujuan dan Fungsi Soil Investigation
Tujuan utama soil investigation adalah memperoleh data geoteknik untuk mendukung desain dan pelaksanaan konstruksi. Jenis data yang diperlukan dapat berbeda pada setiap proyek, tergantung kompleksitas struktur, kondisi tanah, tahap pekerjaan, dan risiko teknis yang harus dikendalikan.
Dalam pekerjaan pondasi, soil investigation membantu menentukan apakah tanah cukup kuat untuk pondasi dangkal atau membutuhkan pondasi dalam. Pada pekerjaan jalan dan area timbunan, data geoteknik membantu mengevaluasi kualitas tanah dasar, kebutuhan pemadatan, stabilitas timbunan, dan potensi penurunan.
Untuk proyek yang lebih kompleks, penyelidikan tanah juga dapat digunakan untuk menilai kebutuhan dewatering, stabilitas galian, potensi likuifaksi, kondisi tanah lunak, risiko longsor, dan dampak pekerjaan terhadap struktur di sekitarnya.
Peralatan Soil Investigation
Peralatan soil investigation dipilih berdasarkan jenis pekerjaan dan kondisi lokasi. Untuk bor geoteknik, peralatan yang umum digunakan meliputi mesin bor hidrolik, drilling rod, casing, core barrel, split spoon sampler, palu SPT, pompa pembilas, core box, alat ukur muka air tanah, serta perlengkapan logging dan dokumentasi.
Untuk pengujian pendukung, peralatan dapat mencakup alat sondir ringan atau berat, CBR, DCP, Sand Cone, hand bore, serta peralatan laboratorium mekanika tanah dan batuan. Pemilihan peralatan yang tepat membantu menjaga kualitas data dan efisiensi pekerjaan lapangan.
Harga Jasa Bor Geoteknik dan Soil Test
Biaya jasa bor geoteknik dan soil test bergantung pada jenis pekerjaan, jumlah titik, kedalaman investigasi, lokasi proyek, akses alat, jenis pengujian lapangan, jumlah sampel, jenis uji laboratorium, kebutuhan laporan, dan durasi pekerjaan. Setiap proyek perlu dihitung berdasarkan kondisi nyata di lapangan dan kebutuhan output teknis.
Proyek dengan akses mudah dan jumlah titik terbatas biasanya memiliki estimasi yang berbeda dibandingkan proyek di area terpencil, area industri aktif, area pesisir, atau lokasi dengan kondisi tanah yang kompleks. Karena itu, konsultasi awal diperlukan agar lingkup pekerjaan dan biaya dapat disusun secara proporsional.
Mengapa Memilih Geochem Survey?
Geochem Survey mendukung pekerjaan survey dan engineering consulting untuk kebutuhan geoteknik, geofisika, topografi, hidrologi, dan pekerjaan teknis lainnya. Untuk soil investigation, Geochem Survey dapat membantu klien dari tahap perencanaan titik investigasi, pekerjaan lapangan, pengambilan sampel, pengujian, sampai penyusunan laporan teknis.
- Tim teknis berpengalaman dalam pekerjaan survey dan investigasi lapangan.
- Metode soil investigation disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan kondisi lokasi.
- Mendukung pekerjaan bor geoteknik, SPT, coring, sondir, CBR, DCP, Sand Cone, dan uji laboratorium.
- Output laporan disusun agar dapat digunakan untuk kebutuhan desain dan dokumen teknis.
- Menjaga kerahasiaan data proyek dan kebutuhan teknis klien.
- Siap mendukung pekerjaan di berbagai wilayah Indonesia.
FAQ Jasa Bor Geoteknik
Apa perbedaan bor geoteknik dan sondir?
Bor geoteknik menghasilkan lubang bor, sampel tanah atau batuan, bore log, dan dapat disertai SPT. Sondir mengukur tahanan penetrasi konus secara kontinu, tetapi tidak menghasilkan sampel tanah. Dalam banyak proyek, keduanya digunakan bersama agar interpretasi tanah lebih lengkap.
Apa itu SPT dalam bor geoteknik?
SPT atau Standard Penetration Test adalah pengujian lapangan untuk mengetahui perlawanan dinamik tanah. Pengujian dilakukan dengan menumbukkan split spoon sampler ke dalam tanah dan mencatat jumlah pukulan. Nilai N-SPT digunakan untuk interpretasi kepadatan, konsistensi, dan parameter geoteknik tertentu.
Kapan coring batuan dibutuhkan?
Coring batuan dibutuhkan ketika pengeboran mencapai lapisan batuan atau ketika proyek memerlukan data detail mengenai kondisi batuan. Hasil coring dapat digunakan untuk mengetahui jenis batuan, kondisi pelapukan, fracture, core recovery, RQD, dan parameter geologi teknik lainnya.
Berapa kedalaman bor geoteknik yang diperlukan?
Kedalaman bor bergantung pada jenis struktur, beban bangunan, kondisi tanah, jenis pondasi, dan tujuan investigasi. Struktur ringan mungkin membutuhkan kedalaman lebih dangkal, sedangkan gedung bertingkat, jembatan, tower, dan struktur berat biasanya memerlukan investigasi lebih dalam.
Apa saja data yang diterima setelah pekerjaan selesai?
Klien dapat menerima bore log, nilai N-SPT, deskripsi lapisan tanah atau batuan, data muka air tanah, hasil uji laboratorium, dokumentasi sampel, peta titik investigasi, interpretasi geoteknik, dan laporan teknis sesuai lingkup pekerjaan yang disepakati.
Apakah bor geoteknik bisa dikombinasikan dengan geolistrik?
Bisa. Survey geolistrik dapat membantu memberikan gambaran lateral kondisi bawah permukaan, sedangkan bor geoteknik memberikan data langsung pada titik tertentu. Kombinasi keduanya dapat membantu interpretasi pada area luas, lokasi kompleks, atau proyek yang membutuhkan pemahaman bawah permukaan lebih menyeluruh.
Diskusikan Kebutuhan Bor Geoteknik Anda
Jika Anda membutuhkan jasa bor geoteknik, soil investigation, SPT, coring tanah atau batuan, sondir, CBR, DCP, Sand Cone, hand bore, test pit, atau uji laboratorium mekanika tanah dan batuan, Geochem Survey siap membantu menentukan metode investigasi yang sesuai.
Silakan hubungi tim kami untuk mendiskusikan lokasi proyek, rencana struktur, jumlah titik investigasi, target kedalaman, kebutuhan output, dan jadwal pekerjaan.
Kontak Geochem Survey
Iqbal: +62 819 1003 6644
Helmy: +62 821 2323 2253
Email: admin@geochemsurvey.com
Jasa investigasi tanah terkait:
- Jasa Uji Sondir untuk soil test dan analisis daya dukung tanah
- Survei Geolistrik untuk Geoteknik dan interpretasi bawah permukaan
- Jasa Soil Resistivity Test untuk sistem earthing dan grounding
- Jasa Survey Soil Thermal Resistivity / Conductivity untuk pipa dan kabel bawah tanah
- Jasa Survey Mikrotremor HVSR untuk investigasi geoteknik dan site response




