Jasa Survey Ultrasonic Testing untuk Deteksi Kerusakan Material

Ultrasonic testing (UT) merupakan salah satu metode uji non destruktif (NDT) yang bekerja dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk mendeteksi retakan dan kerusakan pada suatu bagian benda atau material. Metode ini dapat mendeteksi kecacatan yang terjadi pada bagian permukaan, sub permukaan, internal dan dimensional. Metode tes ultrasonik juga dapat digunakan untuk menentukan ketebalan suatu bahan, seperti menentukan ketebalan dan korosi yang terjadi pada suatu pipa. Jasa pengujian ultrasonic testing disediakan oleh Geochem Survey untuk menguji ketebalan bahan, korosi hingga kecacatan pada suatu benda.

 

 

Sumber: www.tec-science.com

 

Gelombang Ultrasonik

Gelombang ultrasonik adalah gelombang suara dengan karakter yang mirip dengan gelombang suara yang biasa didengar manusia. Akan tetapi, frekuensi dari gelombang ultrasonik tidak dapat didengar oleh pendengaran manusia sebab gelombang ultrasonik berada pada rentang frekuensi di atas 20 kHz. Untuk keperluan NDT biasanya gelombang suara ultrasonik yang digunakan berada pada rentang 1 MHz hingga 30 MHz. Gelombang ini dapat didesain untuk dipancarkan secara sangat terarah dan fokus pada titik kecil atau garis tipis sesuai dengan kebutuhan pengujian yang diperlukan di lapangan.

 

Cara Kerja Survey Ultrasonic Testing (UT)

Teknologi pengujian ultrasonik bekerja menyesuaikan kebutuhan dari tes NDT (Non Destructive Test). Bagian-bagian yang perlu pengujian diuji menggunakan transduser elektronik yang memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi pada rentang 0,1-15 MHz ke dalam suatu material. Dalam beberapa pengujian terkadang diperlukan juga frekuensi hingga lebih dari 50 MHz. Suara yang dipancarkan kemudian akan terpantul dan diolah dalam bentuk gambar yang menunjukkan karakter utama dari bahan. Gambar yang diperoleh dari gelombang suara akan memperlihatkan bagian-bagian yang mengalami retakan, pergeseran, pengelasan hingga ketebalannya.

Teknologi ultrasonic testing menggunakan dua metode untuk menangkap gelombang suara yang dipancarkan, yakni dengan menggunakan metode pantulan (reflection) dan pelemahan (attenuation). Pada metode pantulan, transduser berperan ganda sebagai pemancar sekaligus penerima gelombang suara ultrasonik. Sensor penerima (receiver) memperoleh sinyal dari amplitudo yang menunjukkan intensitas pantulan dan jarak suatu titik dari sensor. Pada metode pelemahan, pemancar (transmitter) memancarkan gelombang ultrasonik pada suatu permukaan kemudian receiver yang diposisikan secara terpisah akan menerima sejumlah gelombang suara ultrasonik yang merambat pada suatu medium.

Pada uji pencelupan (immersion testing) transduser biasanya diletakkan terpisah dari objek yang diuji dengan suatu couplant berupa minyak atau air. Sementara itu ultrasonic testing yang dilakukan dengan menggunakan Electromagnetic Acoustic Transducer (EMAT) couplant tidak diperlukan.

 

 

Kelebihan Metode Ultrasonic Testing

  1. Kemampuan penetrasi tinggi yang memungkinkan ultrasonic testing untuk mendeteksi kecacatan pada bagian yang amat dalam dari suatu benda.
  2. Sensitivitas yang tinggi dengan suara ultrasonik yang dapat difokuskan memungkinkan ultrasonic testing mendeteksi kecacatan yang amat sangat kecil.
  3. Akurasi yang tinggi untuk menentukan kedalaman dari suatu kecacatan internal dan ketebalan suatu bagian yang tersusun secara parallel apabila dibandingkan dengan akurasi yang diperoleh dari metode nondestruktif lainnya.
  4. Mampu memperikrakan ukuran, orientasi, bentuk dan sifat dari bagian yang cacat
  5. Meskipun menggunakan gelombang suara, ultrasonic testing mampu memperkirakan struktur alloy dari suatu komponen yang memiliki sifat akustik yang beragam.
  6. Pengujian dapat dilakukan hanya dengan menguji satu bagian dari keseluruhan permukaan benda
  7. Pengujian yang dilakukan tidak berbahaya baik bagi operator maupun personalia lainnya yang terlibat di lapangan.
  8. Tidak menimbulkan perubahan atau berbahaya bagi benda atau material lain yang ada di sekitarnya.
  9. Praktis dan portabel.
  10. Memungkinkan dilakukannya pengujian secara otomatis.
  11. Hasil pengujian dapat diperoleh secara langsung sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat.

 

Kekurangan Metode Ultrasonic testing

  1. Agar uji pencelupan dapat dilakukan dengan baik, material perlu dilapisi dengan couplant untuk memastikan gelombang ultrasonik merambat secara efektif pada material.
  2. Permukaan benda perlu dipersiapkan sebelum pengujian dengan cara dibersihkan. Kotoran, debu, tanah hingga cat yang tidak menempel dengan baik pada benda yang diuji perlu dihilangkan.
  3. Pengopersian metode ultrasonic testing dilakukan secara manual sehingga memerlukan teknisi yang berpengalaman dalam mengoperasikan ultrasonic testing. Transduser dapat mendeteksi noise yang berasal dari spesimen lain. Pun demikian, noise dapat dihilangkan oleh teknisi yang berpengalaman.
  4. Pengetahuan teknis yang luas diperlukan untuk melakukan prosedur inspeksi yang lebih luas.
  5. Sulit meguji bagian yang tidak rata, tidak homogen, sangat kecil atau tipis.

 

Fungsi dan Tujuan Ultrasonic Testing

Pengujian ultrasonik berguna untuk tes kerusakan di baja dan logam dan paduan lainnya, meskipun dapat digunakan pada beton, kayu dan komposit, meskipun dengan resolusi yang lebih rendah. Ini digunakan di banyak industri termasuk konstruksi baja dan aluminium, metalurgi, manufaktur, aerospace, otomotif dan sektor transportasi lainnya.

 

Peralatan Tes Ultrasonik

Ultrasonic level indicator

Berfungsi menentukan tingkat pengisian suatu silo. Biasanya berbentuk portabel sehingga mudah untuk dibawa.

 

Ultrasonic thickness tester

Berfungsi menentukan ketebalan material logam, logam yang terlapisi, kaca, tembok, plastik dan material homogen lainnya. Biasanya berbentuk portabel dan sebagian tipe alat dalam pengoperasiannya memerlukan sensor probe eksternal dan bahan coupling berupa gel atau pasta.

 

Ultrasonic leak detector

Mampu menentukan kebocoran pada suatu saluran udara yang terkompersi. Alat ini juga mampu digunakan pada saluran gas dan saluran pendinginan untuk mendeteksi kebocoran yang terjadi.

 

Ultrasonic flow tester

Menguji kecepatan alir suatu cairan pada pipa logam, plastik, dan karet dengan diameter tertentu yang mampu dideteksi oleh alat.

 

 

Prosedur Ultrasonic Testing

Analisa Cakupan Pengujian

Pada tahap awal ini Geochem menentukan kebutuhan yang diperlukan dalam pengujian. Diantaranya menganalisa cetak biru alat, cetak biru pengelasan, struktur alat, komponen hingga perusahaan yang memproduksi benda yang diuji.

 

Mempersiapkan Kebutuhan Pengujian

Menentukan kualifikasi personel serta alat yang diperlukan berdasarkan analisa kebutuhan di lapangan.

 

Mempersiapkan Permukaan Benda

Permukaan benda yang akan diuji perlu dibersihkan dari residu, debu, karat, pelumas, tanah dan hal lainnya yang dapat mengganggu proses pengujian.

 

Kalibrasi Alat

Kalibrasi reflektor dilakukan sebagai referensi primer dari respon yang diperoleh peralatan yang digunakan. Kalibrasi dapat dilakukan pada komponen material atau pada suatu blok kalibrasi dasar. Kalibrasi lainnya yang dapat dilakukan diantaranya: Kalibrasi sistem, kalibrasi posisi, dan kalibrasi jarak amplitudo.

 

Pengamatan

Pengujian dilakukan setidaknya dua kali untuk menentukan referensi primer awal. Kemudian sensitivitas diuji dengan pengaturan setidaknya dua kali referensi primer awal dan evaluasi dilakukan sesuai dengan referensi primer. Pengujian dilakukan dengan sudut tembakan gelombang yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

 

Evaluasi dan Standarisasi

Pada tahap ini dilakukan olah data dari hasil pengamatan. Data yang memiliki anomali di luar batas kewajaran akan diinvestigasi untuk dilakukan evaluasi atau pengujian ulang.

 

Pelaporan

Laporan dibuat untuk memberikan gambaran hasil pengamatan yang dilakukan.

 

Standar Uji Ultrasonic Testing

International Organization for Standardization (ISO)

  • ISO 2400: Non-destructive testing – UT – Specification for calibration block 1 (2012)
  • ISO 7963: Non-destructive testing — UT — Specification for calibration block 2 (2006)
  • ISO 10863: Non-destructive testing of welds — UT — Use of time-of-flight diffraction technique (TOFD) (2011)
  • ISO 11666: Non-destructive testing of welds — UT — Acceptance levels (2010)
  • ISO 16809: Non-destructive testing — Ultrasonic thickness measurement (2012)
  • ISO 16831: Non-destructive testing — UT — Characterization and verification of ultrasonic thickness measuring equipment (2012)
  • ISO 17640: Non-destructive testing of welds – UT – Techniques, testing levels, and assessment (2010)
  • ISO 22825, Non-destructive testing of welds – UT – Testing of welds in austenitic steels and nickel-based alloys (2012)
  • ISO 5577: Non-destructive testing — Ultrasonic inspection — Vocabulary (2000)

European Committee for Standardization (CEN)

  • EN 583, Non-destructive testing – Ultrasonic examination
  • EN 1330-4, Non destructive testing – Terminology – Part 4: Terms used in UT
  • EN 12668-1, Non-destructive testing – Characterization and verification of ultrasonic examination equipment – Part 1: Instruments
  • EN 12668-2, Non-destructive testing – Characterization and verification of ultrasonic examination equipment – Part 2: Probes
  • EN 12668-3, Non-destructive testing – Characterization and verification of ultrasonic examination equipment – Part 3: Combined equipment
  • EN 12680, Founding – Ultrasonic examination
  • EN 14127, Non-destructive testing – Ultrasonic thickness measurement

 

Konsultan Jasa Survey Ultrasonic Testing

Harga Jasa Survei UT

Jika Anda ingin mengetahui biaya atau anggaran jasa ultrasonic testing silahkan hubungi tenagah ahli NDT Geochem Survey

 

Contoh Laporan Pengambilan Data