Konsultan Jasa Survey Geolistrik untuk Sumur Bor Air Tanah, Pertambangan, dan Eksplorasi

Jasa Geoelectric 2D

Jasa survey geolistrik digunakan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan berdasarkan sifat kelistrikan tanah dan batuan. Metode ini banyak dipakai dalam pekerjaan air tanah, hidrogeologi, geoteknik, pertambangan, eksplorasi mineral, desain grounding, hingga pemetaan lahan terkontaminasi. Dengan pengukuran resistivitas, engineer dapat memperoleh gambaran awal mengenai lapisan bawah tanah sebelum dilakukan pengeboran, konstruksi, atau investigasi lanjutan.

Dalam praktik lapangan, survey geolistrik dilakukan dengan menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah melalui elektroda arus, kemudian mengukur beda potensial melalui elektroda potensial. Data yang diperoleh diproses untuk menghasilkan nilai resistivitas bawah permukaan. Nilai tersebut kemudian diinterpretasikan untuk membedakan material seperti tanah lapuk, batuan keras, zona jenuh air, lapisan akuifer, mineralisasi, void, atau area dengan karakter konduktif tertentu.

PT Geochem Survey International menyediakan jasa survey geolistrik resistivity untuk pengukuran dan pemodelan bawah permukaan dalam bentuk 1D, 2D, hingga 3D. Pekerjaan dilakukan dengan perencanaan teknis, akuisisi data lapangan, quality control, pengolahan data, interpretasi geologi atau geofisika, dan penyusunan laporan teknis sesuai kebutuhan proyek.

Apa Itu Survey Geolistrik?

Survey geolistrik adalah metode geofisika aktif yang menggunakan sumber arus listrik untuk mempelajari sifat kelistrikan bawah permukaan. Instrumen utama yang digunakan disebut resistivity meter atau resistivitymeter. Alat ini berfungsi mengatur injeksi arus, membaca beda potensial, dan merekam parameter pengukuran yang dibutuhkan untuk menghitung nilai resistivitas semu.

Tujuan utama metode geolistrik adalah mendapatkan informasi tahanan jenis atau resistivitas lapisan tanah dan batuan. Resistivitas menunjukkan tingkat hambatan suatu material terhadap aliran arus listrik. Material dengan resistivitas rendah cenderung lebih mudah dialiri arus listrik, sedangkan material dengan resistivitas tinggi cenderung lebih sulit dialiri arus listrik.

Secara umum, material jenuh air, tanah lempung, air dengan kandungan mineral tinggi, atau zona konduktif akan menunjukkan nilai resistivitas lebih rendah. Sebaliknya, batuan kompak, material kering, pasir kering, batuan beku segar, atau rongga udara dapat menunjukkan nilai resistivitas lebih tinggi. Namun, interpretasi resistivitas harus selalu dikaitkan dengan konteks geologi, hidrogeologi, dan data pendukung di lokasi.

Prinsip Dasar Metode Geolistrik Resistivity

Prinsip dasar metode geolistrik resistivity adalah mengalirkan arus listrik ke dalam tanah melalui dua elektroda arus, kemudian mengukur beda potensial yang terjadi melalui dua elektroda potensial. Dari nilai arus, tegangan, dan faktor geometri konfigurasi elektroda, dapat dihitung nilai resistivitas semu bawah permukaan.

Elektroda biasanya disusun pada lintasan tertentu dengan konfigurasi yang disesuaikan dengan tujuan survey. Konfigurasi yang umum digunakan antara lain Schlumberger, Wenner, dipole-dipole, pole-dipole, dan beberapa variasi lain. Pemilihan konfigurasi mempengaruhi resolusi data, kedalaman penetrasi, sensitivitas lateral, dan kemampuan metode dalam mendeteksi target tertentu.

Data lapangan kemudian diproses menggunakan perangkat lunak geofisika untuk menghasilkan model resistivitas bawah permukaan. Model tersebut dapat berupa kurva sounding 1D, penampang resistivitas 2D, atau model volume 3D. Hasil interpretasi dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan pada proyek air tanah, pertambangan, geoteknik, dan lingkungan.

Jenis Pengukuran Geolistrik

Survey geolistrik dapat dilakukan dalam beberapa pendekatan, tergantung tujuan dan skala pekerjaan. Pemilihan pendekatan harus mempertimbangkan target kedalaman, luas area, jenis material, akses lapangan, dan tingkat detail yang dibutuhkan.

1. Geolistrik 1D atau Vertical Electrical Sounding

Geolistrik 1D atau Vertical Electrical Sounding digunakan untuk mengetahui variasi resistivitas terhadap kedalaman pada satu titik sounding. Metode ini sering digunakan untuk eksplorasi air tanah, perencanaan sumur bor, dan pemetaan hidrogeologi awal. Konfigurasi yang sering dipakai adalah Schlumberger karena efektif untuk memperoleh informasi vertikal lapisan bawah permukaan.

Hasil geolistrik 1D biasanya berupa kurva sounding dan model lapisan yang menunjukkan perkiraan ketebalan serta nilai resistivitas tiap lapisan. Data ini dapat membantu memperkirakan zona akuifer, lapisan penutup, batuan dasar, atau material dengan potensi air tanah.

2. Geolistrik 2D atau Electrical Resistivity Tomography

Geolistrik 2D atau Electrical Resistivity Tomography digunakan untuk menghasilkan penampang resistivitas sepanjang lintasan survey. Metode ini memberikan gambaran lateral dan vertikal, sehingga cocok untuk pekerjaan geoteknik, eksplorasi mineral, investigasi lereng, deteksi zona lemah, pemetaan akuifer, dan delineasi struktur bawah permukaan.

Pada survey 2D, elektroda dipasang sepanjang lintasan dengan jarak tertentu. Data yang diperoleh kemudian diolah melalui proses inversi untuk menghasilkan penampang resistivitas. Penampang ini membantu melihat perubahan material bawah permukaan secara lebih detail dibandingkan sounding 1D.

3. Geolistrik 3D

Geolistrik 3D digunakan untuk membangun model resistivitas bawah permukaan dalam bentuk volume. Metode ini biasanya diterapkan pada area yang membutuhkan pemahaman spasial lebih detail, seperti eksplorasi tambang, pemodelan cadangan, investigasi zona mineralisasi, pemetaan void, atau analisis struktur geologi yang kompleks.

Model 3D dapat dibuat dari kombinasi beberapa lintasan 2D atau desain pengukuran grid. Hasilnya membantu melihat sebaran anomali resistivitas dari berbagai arah, sehingga interpretasi geologi dan engineering dapat dilakukan dengan lebih komprehensif.

Alat Survey Geolistrik

Peralatan survey geolistrik terdiri dari main unit resistivity meter, elektroda, kabel arus, kabel potensial, aki atau sumber daya listrik, palu, patok, konektor, switch box untuk sistem multi-channel, serta perangkat pendukung lapangan. Pemilihan alat bergantung pada jenis pengukuran, target kedalaman, jumlah elektroda, dan kebutuhan output.

Alat Geolistrik Single-Channel

Alat geolistrik single-channel umumnya digunakan untuk pekerjaan sounding atau pengukuran 1D. Pada alat ini, sistem pengukuran biasanya menggunakan terminal A, B, M, dan N. Terminal A dan B digunakan untuk elektroda arus, sedangkan terminal M dan N digunakan untuk elektroda potensial.

Karena tidak menggunakan sistem switch box otomatis, pengukuran dengan alat single-channel membutuhkan pemindahan elektroda atau pengaturan bentangan secara manual. Metode ini masih relevan untuk pekerjaan sounding air tanah, survey awal hidrogeologi, dan lokasi dengan kebutuhan data vertikal pada beberapa titik.

Beberapa alat geolistrik single-channel yang umum dikenal antara lain Naniura, SAZ-3000, Neoresist, dan IRES. Pemilihan alat perlu mempertimbangkan kondisi lapangan, kebutuhan kedalaman, kualitas pembacaan, serta pengalaman operator dalam menjalankan pengukuran.

Alat Geolistrik Multi-Channel

Alat geolistrik multi-channel digunakan untuk pengukuran mapping, profiling, atau Electrical Resistivity Tomography. Sistem multi-channel memiliki switch box dan kabel multi-core yang memungkinkan pengaturan kombinasi elektroda secara otomatis. Dengan sistem ini, pengukuran dapat dilakukan lebih efisien untuk menghasilkan penampang 2D atau model 3D.

Alat multi-channel sangat membantu untuk pekerjaan geoteknik, tambang, eksplorasi mineral, pemetaan akuifer, investigasi bawah permukaan pada area luas, dan pekerjaan yang membutuhkan resolusi lateral. Sistem ini juga memungkinkan penggunaan berbagai konfigurasi elektroda sesuai tujuan survey.

Beberapa alat geolistrik multi-channel yang banyak dikenal antara lain AGI SuperSting, ARES, S-Field, dan Geores. Pada pekerjaan yang membutuhkan data chargeability untuk survey Induced Polarization, kemampuan alat dalam membaca parameter IP juga perlu diperhatikan.

Kegunaan dan Fungsi Survey Geolistrik

Survey geolistrik memiliki aplikasi yang luas karena nilai resistivitas dapat merepresentasikan variasi material bawah permukaan. Dalam pekerjaan engineering, metode ini sering digunakan untuk membantu mengurangi ketidakpastian sebelum dilakukan pengeboran, pembukaan lahan, penambangan, pembangunan struktur, atau investigasi lingkungan.

1. Survey Geolistrik untuk Sumur Bor Air Tanah dan Hidrogeologi

Survey geolistrik untuk sumur bor air tanah digunakan untuk memperkirakan kedalaman, ketebalan, dan sebaran lapisan yang berpotensi sebagai akuifer. Metode ini membantu menentukan titik bor yang lebih rasional berdasarkan indikasi resistivitas, bukan hanya berdasarkan perkiraan visual di permukaan.

Pada eksplorasi air tanah, konfigurasi Schlumberger atau Vertical Electrical Sounding sering digunakan untuk membaca variasi resistivitas terhadap kedalaman. Zona dengan nilai resistivitas tertentu dapat diinterpretasikan sebagai lapisan pasir, batuan retak, material jenuh air, atau lapisan penutup, bergantung pada konteks geologi setempat.

Hasil survey geolistrik dapat membantu perencanaan sumur bor, kedalaman target, rekomendasi titik pengeboran, serta evaluasi awal potensi air tanah. Untuk hasil yang lebih kuat, interpretasi geolistrik sebaiknya dikombinasikan dengan peta geologi, data sumur sekitar, informasi hidrogeologi, dan kondisi topografi.

2. Survey Geolistrik untuk Perhitungan Volume dan Cadangan Batubara

Dalam eksplorasi batubara, survey geolistrik dapat digunakan sebagai metode pendukung untuk membantu delineasi lapisan antar titik bor. Data resistivitas dapat memberikan indikasi perbedaan material bawah permukaan, termasuk lapisan sedimen, zona konduktif, dan kemungkinan lapisan yang berkaitan dengan batubara.

Geolistrik tidak menggantikan pengeboran eksplorasi, tetapi dapat membantu memperkirakan kontinuitas lateral lapisan di antara titik bor. Informasi ini dapat digunakan untuk menyusun model bawah permukaan awal, mengoptimalkan posisi bor tambahan, dan mendukung perhitungan volume atau cadangan secara lebih efisien.

3. Uji Geolistrik IP untuk Eksplorasi Mineralisasi Emas dan Tembaga

Untuk eksplorasi mineral logam seperti emas dan tembaga, metode geolistrik sering dikombinasikan dengan Induced Polarization atau IP. Metode resistivity membantu melihat variasi tahanan jenis batuan, sedangkan IP membantu membaca respon chargeability yang dapat berkaitan dengan mineralisasi sulfida atau zona alterasi tertentu.

Dalam eksplorasi mineral, kombinasi resistivity dan IP dapat membantu menentukan zona prospek, arah anomali, target pengeboran, dan prioritas area investigasi lanjutan. Interpretasi harus dilakukan dengan hati-hati karena respon geofisika perlu dikaitkan dengan data geologi, alterasi, struktur, dan sampling lapangan.

4. Survey Geolistrik untuk Tambang Galian C

Survey geolistrik dapat digunakan untuk mendukung eksplorasi bahan tambang galian C seperti batu andesit, batugamping, trass, pasir, sirtu, dan material konstruksi lainnya. Data resistivitas membantu memahami sebaran material, ketebalan lapisan, batas batuan, dan kemungkinan volume sumber daya.

Hasil geolistrik dapat digunakan untuk menyusun model persebaran material bawah permukaan dan membantu merekomendasikan titik bor coring. Dengan desain yang tepat, survey geolistrik dapat mengurangi jumlah bor yang tidak efektif dan membantu perencanaan tambang pada tahap awal eksplorasi.

5. ERT untuk Geoteknik

Electrical Resistivity Tomography atau ERT digunakan dalam pekerjaan geoteknik untuk memperoleh penampang bawah permukaan yang menunjukkan variasi resistivitas. Metode ini dapat membantu mengidentifikasi zona lapuk, zona jenuh air, batuan keras, kemungkinan void, rekahan, atau perubahan material yang relevan terhadap desain engineering.

ERT dapat diterapkan pada investigasi lereng, terowongan, fondasi, bendungan, jalan, area konstruksi, dan lokasi dengan kondisi bawah permukaan yang kompleks. Data ERT sebaiknya dikombinasikan dengan bor geoteknik, sondir, test pit, atau pengamatan geologi agar interpretasi lebih kuat.

6. Soil Resistivity Testing untuk Grounding dan Earthing

Soil resistivity testing digunakan untuk mengetahui nilai tahanan jenis tanah yang dibutuhkan dalam desain grounding, earthing, instalasi listrik, gardu, tower, penangkal petir, panel, substation, dan fasilitas industri. Nilai resistivitas tanah sangat mempengaruhi desain sistem pembumian yang aman dan efektif.

Pengukuran dapat dilakukan dengan metode Wenner atau konfigurasi lain sesuai kebutuhan desain. Hasilnya digunakan oleh engineer elektrikal untuk menentukan panjang, jumlah, kedalaman, dan konfigurasi elektroda grounding agar sistem memenuhi standar teknis yang diperlukan.

7. Pemetaan Lahan Terkontaminasi dan Intrusi Air Asin

Survey geolistrik dapat digunakan untuk membantu pemetaan lahan terkontaminasi, terutama ketika kontaminan menghasilkan perubahan sifat konduktivitas bawah permukaan. Pada area industri, TPA, kawasan pesisir, atau lokasi dengan indikasi pencemaran, data resistivitas dapat membantu memperkirakan sebaran zona konduktif.

Di area pesisir, geolistrik juga dapat digunakan untuk mendeteksi indikasi intrusi air asin. Air asin umumnya memiliki resistivitas sangat rendah karena kandungan ion terlarut yang tinggi. Interpretasi ini perlu dikombinasikan dengan data kualitas air, hidrogeologi, dan kondisi akuifer setempat.

Persiapan yang Diperlukan Sebelum Survey Geolistrik

Agar survey geolistrik berjalan efektif, persiapan teknis dan administrasi perlu dilakukan sejak awal. Persiapan ini mencakup izin lokasi, informasi target, desain lintasan, kesiapan alat, kondisi cuaca, akses medan, dan keselamatan kerja. Pengukuran geolistrik melibatkan bentangan kabel yang panjang, sehingga koordinasi lapangan sangat penting.

Administrasi dan Perizinan Lokasi

Peralatan geolistrik terdiri dari main unit, kabel gulung, elektroda, aki, palu, patok, dan perlengkapan pendukung lain. Karena jumlah peralatan cukup banyak, surat jalan dan daftar alat perlu disiapkan untuk memudahkan mobilisasi. Pada lokasi tertentu, izin dari pemilik lahan, pengelola kawasan, perangkat desa, atau pihak keamanan juga diperlukan.

Walaupun metode geolistrik bersifat non-destruktif dan tidak menimbulkan kerusakan besar pada lahan, tim tetap perlu memastikan bahwa lintasan pengukuran dapat dilalui dan pemasangan elektroda tidak mengganggu aktivitas setempat. Jika pekerjaan dilakukan di kawasan industri, tambang, atau proyek konstruksi, prosedur HSE wajib mengikuti aturan lokasi.

Informasi Teknis dari Klien

Klien sebaiknya menyiapkan informasi dasar seperti lokasi, tujuan survey, target kedalaman, luas area, peta topografi, akses jalan, data bor jika tersedia, peta geologi, rencana konstruksi, dan output yang dibutuhkan. Informasi ini membantu tim menentukan metode, konfigurasi elektroda, panjang lintasan, jumlah lintasan, dan kebutuhan personel lapangan.

Tim Survey Geolistrik

Survey geolistrik membutuhkan koordinasi antara field engineer, geophysical engineer, operator, dan helper lapangan. Field engineer bertugas mengawasi kualitas data, mencatat kondisi lapangan, memastikan lintasan sesuai rencana, serta membuat interpretasi awal berdasarkan observasi lokasi.

Geophysical engineer bertugas mengolah data, membuat model resistivitas, dan melakukan interpretasi teknis. Operator bertanggung jawab mengoperasikan alat, memastikan pembacaan stabil, dan melakukan troubleshooting apabila terdapat gangguan pada alat, kabel, elektroda, atau sumber daya listrik.

Kondisi Alat dan Kalibrasi

Main unit resistivity meter harus dalam kondisi baik dan telah diperiksa sebelum mobilisasi. Sumber daya listrik seperti aki perlu dipastikan dalam kondisi penuh. Kabel elektroda, konektor, switch box, dan elektroda harus bersih, kering, dan tidak mengalami kerusakan yang dapat mempengaruhi kualitas pembacaan.

Kalibrasi alat menjadi bagian penting dalam pekerjaan survey karena data yang dihasilkan akan digunakan untuk interpretasi teknis. Alat yang tidak stabil atau tidak terawat dapat menyebabkan data noise, pembacaan tidak konsisten, dan hasil interpretasi yang kurang dapat diandalkan.

Faktor Lapangan yang Mempengaruhi Survey Geolistrik

Kualitas data geolistrik sangat dipengaruhi oleh kondisi lapangan. Sebelum pengukuran, tim perlu mengevaluasi cuaca, topografi, akses lintasan, vegetasi, kondisi tanah, gangguan listrik, dan risiko keselamatan. Beberapa kondisi dapat memperlambat pekerjaan atau memerlukan penyesuaian desain survey.

Hujan dan Kelembapan Tanah

Pengukuran geolistrik sebaiknya tidak dilakukan saat hujan deras. Air dapat masuk ke konektor, mempengaruhi kontak kabel, dan menimbulkan risiko kerusakan alat. Selain itu, hujan dapat mengubah kondisi kelembapan tanah, meningkatkan noise, dan mempengaruhi pembacaan resistivitas pada lapisan dangkal.

Petir dan Risiko Kelistrikan

Karena survey geolistrik menggunakan arus listrik dan bentangan kabel yang panjang, pekerjaan harus dihentikan jika terdapat risiko petir. Kondisi ini berbahaya bagi personel dan peralatan. Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama pada setiap kegiatan akuisisi data lapangan.

Topografi dan Akses Medan

Topografi curam, vegetasi rapat, lahan basah, sungai, bangunan, pagar, jalan aktif, dan area terbatas dapat mempengaruhi desain lintasan. Pada beberapa lokasi, lintasan perlu disesuaikan agar tetap aman dan dapat menghasilkan data yang representatif terhadap target bawah permukaan.

Output Jasa Survey Geolistrik

Output survey geolistrik disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Untuk sumur bor, output dapat berupa rekomendasi titik dan kedalaman target. Untuk geoteknik, output dapat berupa penampang resistivitas dan interpretasi zona bawah permukaan. Untuk tambang, output dapat mencakup model sebaran material dan rekomendasi titik bor lanjutan.

  • Peta lokasi dan desain lintasan survey.
  • Data pengukuran resistivitas lapangan.
  • Kurva sounding 1D apabila menggunakan metode VES.
  • Penampang resistivitas 2D hasil inversi.
  • Model resistivitas 3D apabila diperlukan.
  • Interpretasi lapisan tanah, batuan, akuifer, zona jenuh air, atau anomali geofisika.
  • Rekomendasi titik bor, lintasan tambahan, atau investigasi lanjutan.
  • Dokumentasi foto kegiatan lapangan.
  • Laporan teknis dalam format PDF.
  • Lampiran data, peta, dan gambar teknis sesuai lingkup pekerjaan.

Biaya Jasa Survey Geolistrik

Biaya jasa survey geolistrik bergantung pada tujuan pekerjaan, jumlah titik atau lintasan, panjang bentangan, target kedalaman, jenis metode, akses lokasi, kebutuhan pemodelan, dan format laporan. Pekerjaan sounding air tanah sederhana tentu berbeda dengan survey ERT multi-lintasan untuk geoteknik, eksplorasi tambang, atau pemodelan 3D.

Untuk mendapatkan estimasi biaya yang lebih akurat, klien sebaiknya menyiapkan informasi lokasi, tujuan survey, luas area, kedalaman target, peta lokasi, dan contoh output yang diharapkan. Dengan data tersebut, tim teknis dapat menyusun lingkup kerja, jumlah personel, estimasi waktu, dan kebutuhan peralatan yang sesuai.

Mengapa Memilih Geochem Survey?

Geochem Survey mendukung pekerjaan survey dan engineering consulting untuk kebutuhan geofisika, geoteknik, hidrogeologi, topografi, hidrologi, dan eksplorasi. Untuk pekerjaan geolistrik, Geochem Survey dapat membantu mulai dari perencanaan metode, akuisisi data, pengolahan, pemodelan, interpretasi, sampai penyusunan laporan teknis.

  • Berpengalaman dalam survey geolistrik untuk air tanah, geoteknik, tambang, dan eksplorasi.
  • Mampu melakukan pengukuran geolistrik 1D, 2D, dan 3D sesuai kebutuhan proyek.
  • Didukung field engineer, geophysical engineer, operator, dan tim lapangan yang memahami akuisisi data.
  • Interpretasi dikaitkan dengan kondisi geologi, hidrogeologi, dan kebutuhan engineering.
  • Dapat dikombinasikan dengan pemetaan geologi, survey topografi, GPR, bor geoteknik, dan survey hidrogeologi.
  • Output disusun dalam format teknis yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan lanjutan.

FAQ Jasa Survey Geolistrik

Apa fungsi utama survey geolistrik?

Survey geolistrik berfungsi untuk memetakan variasi resistivitas bawah permukaan. Data ini dapat digunakan untuk membantu identifikasi akuifer, batuan keras, zona lapuk, zona jenuh air, mineralisasi, lapisan tambang, void, dan kondisi bawah permukaan lain yang relevan dengan pekerjaan engineering.

Apakah geolistrik bisa menentukan titik sumur bor?

Geolistrik dapat membantu merekomendasikan titik sumur bor berdasarkan indikasi lapisan yang berpotensi sebagai akuifer. Namun, keberhasilan sumur juga dipengaruhi kondisi hidrogeologi, recharge, kualitas air, struktur geologi, dan data sumur sekitar. Karena itu, interpretasi harus dilakukan secara teknis.

Apa perbedaan geolistrik 1D, 2D, dan 3D?

Geolistrik 1D membaca perubahan resistivitas terhadap kedalaman pada titik sounding. Geolistrik 2D menghasilkan penampang resistivitas sepanjang lintasan. Geolistrik 3D membangun model volume bawah permukaan dari beberapa lintasan atau grid pengukuran.

Apakah geolistrik bisa digunakan untuk eksplorasi mineral?

Bisa. Untuk eksplorasi mineral logam, geolistrik sering dikombinasikan dengan metode Induced Polarization. Resistivity membantu membaca variasi tahanan jenis batuan, sedangkan IP membantu mendeteksi respon chargeability yang dapat berkaitan dengan mineralisasi sulfida atau zona alterasi.

Apakah geolistrik dapat menggantikan pengeboran?

Tidak sepenuhnya. Geolistrik memberikan gambaran tidak langsung tentang kondisi bawah permukaan, sedangkan pengeboran memberikan data material secara langsung pada titik tertentu. Kombinasi geolistrik dan pengeboran biasanya menghasilkan interpretasi yang lebih kuat dan efisien.

Apa data yang dibutuhkan untuk meminta penawaran survey geolistrik?

Data yang dibutuhkan meliputi lokasi proyek, tujuan survey, target kedalaman, luas area, jumlah titik atau lintasan yang diinginkan, akses lokasi, peta kerja, dan output yang diperlukan. Jika tersedia, data bor, peta geologi, atau informasi sumur sekitar juga akan sangat membantu.

Diskusikan Kebutuhan Survey Geolistrik Anda

Jika Anda membutuhkan jasa survey geolistrik untuk sumur bor air tanah, hidrogeologi, eksplorasi mineral, tambang galian C, geoteknik, grounding, atau pemetaan lahan terkontaminasi, Geochem Survey siap membantu menentukan metode survey yang sesuai dengan kebutuhan proyek.

Silakan hubungi tim kami untuk mendiskusikan lokasi pekerjaan, tujuan survey, target kedalaman, akses lintasan, dan output teknis yang dibutuhkan.

Kontak Geochem Survey
Iqbal: +62 819 1003 6644
Helmy: +62 821 2323 2253
Email: admin@geochemsurvey.com

Jasa geofisika terkait:

Tim Teknis Geochem Survey
Ditulis oleh

Tim Teknis Geochem Survey

Tim Teknis Geochem Survey menulis dan meninjau artikel seputar survey geofisika, geoteknik, hidrogeologi, hidrografi, topografi, pemetaan, dan geoscience consulting berdasarkan pengalaman lapangan PT Geochem Survey International di berbagai proyek di Indonesia.

Scroll to Top