Metode Georadar

Penjelasan Singkat Metode Georadar / GPR (Ground Penetrating Radar)

Pengertian Metode Georadar

Metode Georadar atau disebut juga Ground Penetrating Radar (GPR) adalah cara untuk eksplorasi bawah permukaan secara dangkal dengan gelombang elektromagnetik (radar), biasanya dalam rentang frekuensi 10 – 1000 MHz. Waktu perjalanan dua arah dari gelombang Georadar yang dipantulkan memberikan kedalaman di mana terjadi perubahan sifat kelistrikan.

RAW Data hasil Survey Metode Georadar atau GPR (Ground Penetrating Radar)
RAW Data Hasil Metode Georadar – Sumbu x adalah jarak dan Sumbu y adalah kedalaman

Cara Kerja Metode Georadar

Prinsip kerja alat Ground Penetrating Radar sebenarnya sederhana, namun akan kompleksitas dalam pemahaman kualitatif tentang bagaimana fungsi sistem. Sinyal GPR dijelaskan oleh persamaan yang menggambarkan sifat gelombang medan EM dan respons partikel terhadap medan EM. Aplikasi dari teknik GPR ini didasarkan pada teori elektromagnetik (EM) dan persamaan Maxwell. Semburan pendek energi elektromagnetik yang dipancarkan oleh antena pemancar memproyeksikan medan EM ke tanah. Respons molekuler terhadap bidang EM yang diproyeksikan ditentukan oleh sifat material dari bawah permukaan. Medan EM akan berdifusi atau menjalar sebagai gelombang radio bergantung pada konduktivitas, permitivitas, atau permeabilitas material. Respons terhadap medan EM yang merambatkan gelombang diukur sebagai sinyal oleh antena penerima.

Untuk mencapai sinyal yang diinginkan di bawah permukaan tergantung pada frekuensi dan konduktivitas antena material di bawah permukaan. Material yang konduktivitas rendah menghasilkan kedalaman sinyal yang signifikan. Sementara material dengan konduktivitas tinggi menghambat penetrasi bidang EM. Kecepatan dan redaman dari sinyal gelombang yang diperbanyak bergantung pada frekuensi pemancar. Untuk pancaran frekuensi tinggi, kecepatan dan redaman sinyal setara, menjaga bentuk sinyal tanpa dispersi. Dispersi sinyal diamati dalam pancaran frekuensi rendah di mana difusi linier sinyal terjadi mendistorsi bentuk sinyal.

Pencitraan bawah permukaan adalah hasil dari muka gelombang planar yang bertemu dengan batas material yang geometrinya menyebabkan pantulan gelombang. Hukum Snell menjelaskan perubahan arah bidang yang ditransmisikan karena medianya. Kontak antara sinyal yang ditransmisikan dan batas-batas menghasilkan refleksi atau pembiasan menurut hukum Snell dan koefisien Fresnel. Koefisien Fresnel mengkuantifikasi variasi amplitudo bidang EM yang melintasi perbatasan yang memisahkan dua bahan. Sinyal pantulan dievaluasi berdasarkan amplitudo versus waktu emisi, memungkinkan definisi visual dari berbagai batas di bawah permukaan.

Persiapan untuk Desain Survey Georadar

Hal yang perlu dipersiapkan di awal survey GPR adalah mendefinisikan masalah dan maksud survei. Hal ini sangat penting untuk focus pada interpretasi. Efektivitas GPR dipertanyakan ketika mempertimbangkan kedalaman target. Jika target objek berada di bawah kedalaman ideal penetrasi radar, GPR dianggap tidak layak. Hal yang mempengaruhi kedalaman penetrasi dan resolusi spasial adalah frekuensi operasi antena. Untuk meningkatkan kedalaman penetrasi maka resolusi spasial akan menurun. Untuk skenario yang menyangkut kedalaman target daripada resolusi vertikal, frekuensi antenna yang lebih rendah lebih direkomendasi.

Pembentukan lintasan survei dengan sistem koordinat mendahului pemilihan lokasi garis survei. Garis survei Georadar dijalankan tegak lurus terhadap target objek yang sedang diselidiki. Menyusun jumlah garis survei sesuai dengan tingkat variasi target dalam arah tren. Misalnya jika yang dicari adalah target kecil maka interval garis survei harus dekat. Memaksimalkan deteksi target adalah prioritas dalam memilih jarak antara lintasan survei Georadar.

Untuk Konsultasi Metode Survey Georadar atau GPR bisa whatsapp atau kontak ke:
0819 1003 6644  (Iqbal) atau 0821 2323 2253 (Helmy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *