Jasa survey geomagnet atau survey magnetik digunakan untuk memetakan variasi medan magnet bumi yang berkaitan dengan perbedaan sifat kemagnetan batuan di bawah permukaan. Metode ini banyak digunakan dalam eksplorasi mineral, bijih besi, panas bumi, minyak dan gas, pemetaan struktur geologi, serta investigasi awal pada area tambang.
Metode geomagnet termasuk metode geofisika pasif karena pengukuran dilakukan terhadap medan alami bumi, bukan dengan memberikan sumber gangguan buatan ke dalam tanah. Data yang diukur berupa variasi intensitas medan magnet di permukaan, kemudian diolah untuk mendapatkan pola anomali yang dapat diinterpretasikan secara geologi.
PT Geochem Survey International menyediakan jasa survey geomagnet untuk membantu perusahaan tambang, konsultan geologi, kontraktor, dan pemilik proyek memperoleh gambaran awal kondisi bawah permukaan. Hasil survey dapat digunakan untuk mendukung eksplorasi mineral, identifikasi zona prospek, pemetaan struktur, dan perencanaan investigasi lanjutan.

Apa Itu Survey Geomagnet?
Survey geomagnet adalah metode geofisika yang memanfaatkan sifat kemagnetan batuan. Batuan di bawah permukaan dapat memiliki kandungan mineral magnetik yang berbeda-beda. Perbedaan ini menyebabkan variasi medan magnet lokal yang dapat terukur di permukaan menggunakan magnetometer.
Dalam geologi eksplorasi, variasi medan magnet tersebut disebut sebagai anomali magnetik. Anomali dapat muncul akibat perbedaan jenis batuan, kandungan mineral magnetik, struktur geologi, intrusi, sesar, atau objek bawah permukaan yang memiliki kontras kemagnetan terhadap batuan di sekitarnya.
Karena relatif cepat, efisien, dan dapat mencakup area yang luas, metode geomagnet sering digunakan sebagai survey pendahuluan sebelum pekerjaan eksplorasi yang lebih detail. Data magnetik dapat membantu mempersempit area target sehingga investigasi lanjutan menjadi lebih terarah.
Prinsip Dasar Metode Geomagnet
Prinsip dasar metode geomagnet adalah mengukur perubahan intensitas medan magnet bumi yang dipengaruhi oleh sifat magnetik batuan bawah permukaan. Setiap jenis batuan memiliki nilai suseptibilitas magnetik yang berbeda. Semakin tinggi kandungan mineral magnetik, seperti magnetit atau oksida besi, semakin besar respon magnetik yang dapat terukur.
Parameter penting dalam metode magnetik adalah suseptibilitas magnetik. Secara sederhana, suseptibilitas menggambarkan kemampuan suatu material untuk termagnetisasi ketika berada dalam medan magnet. Dalam konteks geologi, nilai ini dapat membantu membedakan batuan yang kaya mineral magnetik dengan batuan yang memiliki respon magnetik rendah.
Hubungan dasar antara intensitas magnetisasi dan medan magnet sering ditulis sebagai I = kH. I adalah intensitas magnetisasi, k adalah suseptibilitas magnetik, dan H adalah medan magnet. Semakin besar nilai k, semakin kuat respon magnetik batuan terhadap medan magnet bumi.
Cara Kerja Survey Magnetik di Lapangan
Survey magnetik dilakukan dengan mengukur intensitas medan magnet pada titik-titik pengamatan yang telah direncanakan. Titik pengukuran dapat disusun dalam bentuk grid, lintasan, atau pola tertentu sesuai tujuan survey, luas area, akses lapangan, dan resolusi data yang dibutuhkan.

Alat utama yang digunakan adalah magnetometer. Selain itu, tim juga menggunakan GPS atau GNSS untuk mencatat posisi titik pengukuran, kompas geologi untuk orientasi lapangan, peta topografi untuk perencanaan lintasan, buku lapangan, serta perangkat lunak pengolahan data seperti Surfer, Oasis Montaj, Mag2DC, atau software geofisika lainnya.
Dalam pelaksanaan survey, biasanya digunakan dua pendekatan pengukuran. Satu alat atau sensor ditempatkan sebagai base station untuk merekam variasi harian medan magnet bumi, sedangkan alat lain digunakan sebagai rover untuk mengukur titik-titik survey di lapangan.
Base Station
Base station digunakan untuk merekam perubahan medan magnet bumi terhadap waktu. Variasi harian dapat terjadi akibat aktivitas matahari dan perubahan kondisi medan magnet bumi. Data base station diperlukan untuk melakukan koreksi terhadap data rover agar hasil anomali magnetik lebih representatif.
Rover Magnetometer
Rover magnetometer digunakan untuk mengambil data pada titik-titik pengukuran di area survey. Operator mencatat waktu pengambilan data, posisi koordinat, nilai intensitas magnetik, kondisi medan, cuaca, dan catatan lingkungan sekitar yang berpotensi memengaruhi kualitas pengukuran.
Tahapan Pekerjaan Jasa Survey Geomagnet
Pekerjaan survey geomagnet perlu dilakukan secara sistematis, mulai dari perencanaan titik ukur hingga interpretasi hasil. Setiap tahap berpengaruh terhadap kualitas data dan ketepatan interpretasi geologi. Karena itu, desain survey, kontrol kualitas data, dan pemahaman geologi lokal menjadi bagian penting dalam pekerjaan ini.
1. Studi Awal dan Perencanaan Survey
Tahap awal dilakukan dengan mempelajari tujuan survey, kondisi geologi regional, akses lokasi, luas area, target eksplorasi, dan kebutuhan output. Dari informasi tersebut, tim menyusun desain survey berupa lintasan, grid pengukuran, interval titik, posisi base station, dan estimasi waktu pekerjaan lapangan.
2. Penentuan Base Station dan Titik Pengukuran
Base station ditempatkan pada lokasi yang relatif aman, stabil, dan jauh dari gangguan benda magnetik seperti kendaraan, pagar besi, jaringan listrik, atau struktur logam besar. Titik pengukuran rover disusun sesuai desain lintasan agar distribusi data mampu menggambarkan pola anomali di area survey.
3. Akuisisi Data Magnetik
Data medan magnet diambil pada setiap titik pengukuran menggunakan magnetometer. Operator perlu menjaga jarak alat dari objek logam, kendaraan, handphone, pagar, pipa, dan sumber gangguan magnetik lain. Pencatatan waktu dan koordinat harus dilakukan dengan teliti karena akan digunakan dalam proses koreksi data.
4. Koreksi Data Lapangan
Data hasil pengukuran perlu dikoreksi untuk mendapatkan anomali magnetik yang lebih valid. Koreksi yang umum dilakukan meliputi koreksi variasi harian, koreksi IGRF, dan pada kondisi tertentu koreksi topografi. Tujuannya adalah mengurangi pengaruh medan utama bumi dan variasi waktu sehingga pola anomali lokal dapat terlihat lebih jelas.
5. Pengolahan dan Pembuatan Peta Anomali
Setelah koreksi dilakukan, data diolah menjadi peta anomali magnetik. Peta ini dapat berupa Total Magnetic Intensity, residual anomaly, peta kontur, profil lintasan, atau model interpretasi. Pola anomali kemudian dianalisis berdasarkan informasi geologi, target eksplorasi, dan karakteristik kemagnetan batuan setempat.
6. Interpretasi Geologi dan Pelaporan
Interpretasi dilakukan untuk menghubungkan pola anomali dengan kondisi geologi bawah permukaan. Hasil interpretasi dapat berupa indikasi struktur, batas litologi, zona mineralisasi, intrusi, sesar, atau objek bawah permukaan yang memiliki kontras magnetik. Laporan akhir disusun sebagai dasar pengambilan keputusan teknis.
Koreksi Data dalam Survey Geomagnet
Data magnetik lapangan tidak dapat langsung digunakan sebagai interpretasi akhir. Nilai yang terukur merupakan gabungan dari medan magnet utama bumi, variasi harian, medan magnet remanen, dan pengaruh lokal. Karena itu, koreksi data menjadi tahap penting untuk memperoleh anomali magnetik yang lebih sesuai dengan target bawah permukaan.
Koreksi Variasi Harian
Koreksi variasi harian dilakukan untuk mengurangi pengaruh perubahan medan magnet bumi terhadap waktu. Data dari base station dibandingkan dengan waktu pengukuran rover di lapangan. Dengan cara ini, perubahan medan magnet harian dapat dikoreksi sehingga data rover lebih konsisten.
Koreksi IGRF
Koreksi IGRF dilakukan untuk mengurangi pengaruh medan magnet utama bumi. IGRF atau International Geomagnetic Reference Field adalah model medan magnet referensi global. Setelah nilai medan utama dikurangi, data yang tersisa dapat lebih merepresentasikan anomali lokal dari batuan atau struktur bawah permukaan.
Koreksi Topografi
Koreksi topografi dapat dilakukan ketika variasi elevasi area survey berpengaruh signifikan terhadap interpretasi. Koreksi ini membantu memisahkan pengaruh bentuk permukaan dari respon magnetik bawah permukaan. Pada area berbukit atau medan kompleks, koreksi topografi dapat meningkatkan kualitas interpretasi.
Interpretasi Data Magnetik
Interpretasi data magnetik dilakukan dengan membaca pola anomali, arah sebaran, kontras nilai, bentuk kontur, dan hubungan data magnetik dengan kondisi geologi setempat. Interpretasi yang baik tidak hanya bergantung pada peta warna, tetapi juga pada pemahaman geologi, struktur, litologi, dan target eksplorasi.
Interpretasi Kualitatif
Interpretasi kualitatif dilakukan dengan melihat pola anomali pada peta atau profil magnetik. Pola anomali tinggi, rendah, linier, melingkar, atau berarah tertentu dapat dikaitkan dengan distribusi batuan termagnetisasi, struktur geologi, kontak litologi, atau zona mineralisasi yang perlu diteliti lebih lanjut.
Interpretasi Kuantitatif
Interpretasi kuantitatif dilakukan dengan pemodelan matematis untuk memperkirakan bentuk, kedalaman, dan karakteristik sumber anomali bawah permukaan. Model yang dihasilkan bersifat interpretatif dan perlu dikontrol dengan data pendukung seperti geologi permukaan, geolistrik, pengeboran, atau data eksplorasi lain.
Aplikasi Survey Geomagnet
Metode geomagnet memiliki banyak aplikasi dalam pekerjaan geologi dan eksplorasi. Karena sensitif terhadap perbedaan sifat kemagnetan batuan, metode ini sangat relevan untuk eksplorasi mineral logam, pemetaan struktur geologi, investigasi panas bumi, dan survey awal pada area prospek tambang.
Survey Geomagnet untuk Eksplorasi Mineral dan Bijih Besi
Survey geomagnet banyak digunakan dalam eksplorasi mineral karena batuan pembawa mineral tertentu dapat memiliki respon magnetik yang khas. Pada eksplorasi bijih besi, anomali magnetik dapat membantu mengidentifikasi zona yang berasosiasi dengan mineral magnetik atau batuan yang memiliki kandungan oksida besi lebih tinggi.
Hasil survey tidak langsung menjadi bukti cadangan mineral, tetapi dapat menjadi dasar untuk menentukan area prioritas. Zona anomali yang menarik dapat ditindaklanjuti dengan pemetaan geologi, sampling, geolistrik, trenching, atau pengeboran eksplorasi.
Survey Geomagnet untuk Eksplorasi Panas Bumi
Pada eksplorasi panas bumi, metode geomagnet dapat digunakan untuk membantu memetakan struktur bawah permukaan dan perubahan sifat magnetik batuan akibat proses hidrotermal. Zona alterasi panas bumi sering kali memiliki karakter magnetik yang berbeda dibanding batuan segar di sekitarnya.
Data magnetik dapat dikombinasikan dengan informasi geologi, geokimia, manifestasi permukaan, dan metode geofisika lain untuk membangun model awal sistem panas bumi. Interpretasi terpadu membantu mempersempit area target untuk investigasi berikutnya.
Survey Magnetik untuk Minyak dan Gas Bumi

Dalam eksplorasi minyak dan gas, metode magnetik dapat digunakan sebagai bagian dari survey regional untuk memahami struktur bawah permukaan. Data magnetik dapat membantu mengidentifikasi tren struktur, basement, atau fitur geologi regional yang relevan sebagai informasi pendukung dalam evaluasi awal.
Survey Magnetik untuk Struktur Terkubur dan Investigasi Arkeologi
Metode magnetik juga dapat digunakan untuk mendeteksi objek atau struktur terkubur yang memiliki kontras magnetik terhadap tanah sekitarnya. Dalam beberapa kasus, survey magnetik digunakan untuk investigasi arkeologi, pemetaan struktur lama, atau identifikasi objek bawah permukaan tertentu.
Peralatan Survey Geomagnet
Peralatan utama dalam survey geomagnet adalah magnetometer. Salah satu jenis alat yang banyak digunakan adalah Proton Precession Magnetometer atau PPM. Alat ini mengukur induksi medan magnet total dan menghasilkan nilai intensitas magnetik dalam satuan nanotesla atau nT.
Proton Precession Magnetometer relatif portable dan dapat digunakan di berbagai kondisi medan. Pada pelaksanaan survey, satu unit dapat digunakan sebagai base station dan unit lain sebagai rover. Konfigurasi ini membantu proses koreksi variasi harian dan meningkatkan kualitas data lapangan.
Sensor magnetometer perlu ditempatkan jauh dari benda logam atau sumber gangguan magnetik. Kendaraan, tiang listrik, pagar besi, pipa logam, handphone, dan peralatan berbahan feromagnetik dapat memengaruhi pembacaan data. Karena itu, kontrol lingkungan pengukuran sangat penting dalam survey magnetik.
Output Hasil Survey Geomagnet
Output survey geomagnet dapat disesuaikan dengan tujuan pekerjaan. Untuk eksplorasi mineral, output biasanya difokuskan pada peta anomali magnetik dan interpretasi zona prospek. Untuk pekerjaan struktur atau regional, output dapat berupa peta tren anomali, profil, dan model interpretasi bawah permukaan.
- Data titik pengukuran medan magnet total.
- Data base station dan koreksi variasi harian.
- Data hasil koreksi IGRF.
- Peta Total Magnetic Intensity atau TMI.
- Peta anomali magnetik residual.
- Peta kontur anomali magnetik.
- Profil magnetik pada lintasan tertentu.
- Interpretasi kualitatif pola anomali.
- Interpretasi kuantitatif atau pemodelan jika diperlukan.
- Laporan teknis survey geomagnet.
- Rekomendasi area prospek atau investigasi lanjutan.
Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Survey
Agar pekerjaan survey geomagnet dapat direncanakan dengan baik, klien sebaiknya menyiapkan informasi dasar tentang area dan tujuan survey. Data awal ini membantu menentukan desain lintasan, interval titik, kebutuhan personel, waktu pekerjaan, dan output yang paling sesuai.
- Lokasi dan batas area survey.
- Luas area dalam hektar atau koordinat polygon.
- Tujuan survey, seperti mineral, bijih besi, geothermal, atau struktur geologi.
- Informasi geologi regional atau peta geologi jika tersedia.
- Akses menuju lokasi dan kondisi medan.
- Kebutuhan resolusi data dan interval titik pengukuran.
- Sistem koordinat yang digunakan proyek.
- Kebutuhan output peta, profil, model, atau laporan teknis.
- Target waktu pekerjaan dan kebutuhan mobilisasi.
Biaya Jasa Survey Geomagnet
Biaya jasa survey geomagnet dipengaruhi oleh luas area, jumlah titik, panjang lintasan, akses lokasi, kondisi medan, kebutuhan base station, kebutuhan pengolahan data, dan tingkat interpretasi yang diminta. Pada beberapa pekerjaan, biaya dapat dihitung berdasarkan jumlah titik pengukuran, panjang lintasan, atau luas area dalam hektar.
Untuk mendapatkan estimasi biaya yang lebih akurat, klien dapat mengirimkan batas area, lokasi, target survey, luas area, peta akses, dan kebutuhan output. Tim Geochem Survey dapat membantu mengevaluasi metode pelaksanaan dan menyusun penawaran teknis sesuai kebutuhan proyek.
Mengapa Memilih Geochem Survey?

Geochem Survey mendukung pekerjaan survey geofisika dan geoscience consulting untuk berbagai kebutuhan eksplorasi dan investigasi bawah permukaan. Dalam pekerjaan geomagnet, kami membantu klien memperoleh data anomali magnetik yang dapat digunakan untuk interpretasi geologi, identifikasi zona prospek, dan perencanaan investigasi lanjutan.
- Berpengalaman dalam pekerjaan geofisika dan survey bawah permukaan.
- Dapat mendukung eksplorasi mineral, tambang, geothermal, dan struktur geologi.
- Memahami kebutuhan desain lintasan, base station, dan kontrol kualitas data.
- Menyediakan pengolahan data magnetik dan peta anomali.
- Dapat mengintegrasikan hasil geomagnet dengan data geologi, geolistrik, topografi, dan pengeboran.
- Laporan disusun untuk mendukung keputusan teknis dan rencana investigasi lanjutan.
- Siap mendukung pekerjaan survey di berbagai wilayah Indonesia.
FAQ Jasa Survey Geomagnet
Apa itu survey geomagnet?
Survey geomagnet adalah metode geofisika pasif yang mengukur variasi medan magnet bumi di permukaan. Variasi tersebut dapat menunjukkan perbedaan sifat kemagnetan batuan bawah permukaan, sehingga berguna untuk eksplorasi mineral, struktur geologi, dan investigasi awal area prospek.
Apa perbedaan geomagnet dan geolistrik?
Geomagnet mengukur variasi medan magnet yang berkaitan dengan sifat kemagnetan batuan, sedangkan geolistrik mengukur tahanan jenis atau resistivitas bawah permukaan. Keduanya dapat saling melengkapi, terutama untuk eksplorasi mineral, air tanah, dan investigasi geologi.
Apakah survey geomagnet cocok untuk bijih besi?
Ya. Survey geomagnet sering digunakan untuk eksplorasi awal bijih besi karena mineral magnetik dapat memberikan respon anomali yang kuat. Namun, hasil survey perlu dikombinasikan dengan data geologi, sampling, atau pengeboran untuk validasi lebih lanjut.
Apa output dari survey geomagnet?
Output survey geomagnet dapat berupa data medan magnet total, data terkoreksi, peta TMI, peta anomali residual, profil lintasan, interpretasi pola anomali, model bawah permukaan, dan laporan teknis sesuai kebutuhan proyek.
Apakah survey geomagnet membutuhkan base station?
Base station sangat disarankan untuk merekam variasi harian medan magnet bumi. Data base station digunakan untuk koreksi waktu sehingga hasil pengukuran rover lebih stabil dan representatif terhadap anomali lokal di area survey.
Berapa jarak titik atau lintasan survey geomagnet?
Jarak titik atau lintasan tergantung pada tujuan survey, luas area, target anomali, dan resolusi yang dibutuhkan. Untuk survey eksplorasi awal, interval dapat dibuat lebih renggang. Untuk target detail, interval titik dan lintasan perlu dibuat lebih rapat.
Diskusikan Kebutuhan Survey Geomagnet Anda
Jika Anda membutuhkan jasa survey geomagnet atau survey magnetik untuk eksplorasi mineral, bijih besi, tambang, panas bumi, migas, atau investigasi struktur geologi, Geochem Survey siap membantu menyusun metode survey sesuai kondisi lokasi dan kebutuhan teknis proyek.
PT Geochem Survey International telah dipercaya di lebih dari 700 proyek survey dan geoscience consulting di Indonesia. Anda juga dapat melihat pengalaman pekerjaan kami melalui halaman portfolio Geochem Survey sebelum mendiskusikan kebutuhan teknis proyek Anda.
Silakan hubungi tim kami untuk mendiskusikan lokasi pekerjaan, luas area, target eksplorasi, kebutuhan output, interval pengukuran, akses lapangan, dan jadwal pelaksanaan survey.
Kontak Geochem Survey
Iqbal: +62 819 1003 6644
Helmy: +62 821 2323 2253
Email: admin@geochemsurvey.com
Jasa eksplorasi terkait:
- Jasa Pemetaan Geologi untuk eksplorasi mineral dan lingkungan
- Jasa Survey Geolistrik Resistivity untuk eksplorasi dan pemodelan bawah permukaan
- Survei Geolistrik untuk Geoteknik dan interpretasi struktur bawah permukaan
- Jasa Survey Mikrotremor HVSR dan mikroseismik
- Jasa Survey Well Logging Electrical Resistivity untuk evaluasi bawah permukaan


