Cara Pengolahan Data Geolistrik 1D Menggunakan IP2 Win Terbaru

Posted on Posted in Ilmu Kebumian, Metode Geolistrik, Tutorial Software

Pendahuluan

Metode Geolistrik adalah metode untuk mengukur resistivitas batuan di dalam tanah. Salah satu software pengolahan data yang umum digunakan adalah IP2Win. IP2Win adalah program untuk mengolah dan menginterpretasi data geolistrik  1 dimensi (1-D). Jenis konfigurasi yang digunakan dapat berupa Schlumberger, Wenner-α, Wenner-β, Dipole-Dipole, Pole-Pole, dsb.

Proses pengolahan data menggunakan IPI2 Win relatif sederhana dan mudah untuk dipelajari. Tahapannya antara lain input data → koreksi error data → penambahan titik pengukuran → pembuatan cross section. Data yang diinput yaitu AB/2, MN, dan Rho_apparent atau VIK. Koreksi error data untuk membuat data smooth dan mengurangi RMS error. Penambahan titik pengukuran (sounding) berguna untuk membandingkan hasil antar titik pengukuran.

Hasil dari IPI2 Win adalah grafik log resistivity apparent terhadap AB/2, resistivity cross section, dan pseudo cross section. File datanya bisa dieksport ke format Bitmap / gambar, Surfer, ataupun RES2DINV.

Kekurangan dari software ini adalah belum stabil sehingga pada beberapa proses pengolahan program perlu di-restart (close program lalu jalankan kembali), melakukan save otomatis, dan hanya bisa undo sekali.

Input Data Pengukuran

Untuk memasukkan data pengukuran, langkah yang dilakukan adalah File → New VES Point. Maka akan terlihat pilihan konfigurasi di paling atas. Di sebelah kiri terdapat tabel dengan header yaitu AB/2 (jarak elektroda arus dengan sentral), MN (jarak antar elektroda potensial), V (beda potensial, satuan volt), I (arus, satuan ampere), K (faktor geometri), Ro_a (resistivity apparent). Di sebelah kanan merupakan grafik antara Ro_a dengan AB/2.

Anda bisa menginput data secara manual atau dengan cara klik Open TXT. Contoh datanya bisa anda download disini. Lalu anda bisa klik OK dan save data dengan format *.dat.

IP2Win2a.jpg

Pengolahan Data

Tampilan grafik setelah save data adalah sebagaimana di bawah ini. Nilai error yaitu menunjukkan tingkat ketidakcocokan antara kurva merah (hasil kalkulasi) dengan kurva hitam (hasil pengukuran). Nilai error menjadi salah satu indikator apakah hasil inversi merepresentasikan keadaan bumi sesungguhnya atau tidak. Semakin besar nilai error-nya maka semakin jauh hasil pengukuran geofisika dengan keadaan sebenarnya lapisan bumi.

Tabel error memberikan informasi tentang lapisan resistvity. Kolom ρ (rho) adalah nilai resistivitas (hambatan) tiap lapisan. Kolom h (height) adalah ketebalan dari tiap lapisan dengan nilai masing-masing resistivitas. Kolom d (depth) adalah kedalaman dari permukaan tanah. Kolom Alt (altitude) adalah kedalaman dari titik VES (pada contoh diatas, elevasi titik VES adalah 0 meter sehingga nilai Alt= -1.5; jika elevasi titik VES adalah 5 m maka nilai Alt = 3.5).

Umumnya error dipertahankan <5 %. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan pengamatan terhadap kurva hitam (hasil pengukuran). Jika tidak smooth (halus) kurvanya maka perlu dilakukan proses edit dan smoothing data. Caranya dengan mengedit file data *.dat yang sebelumnya anda save.

Langkah selanjutnya untuk melakukan koreksi error adalah dengan cara klik Point → Inversion.

ip2win3

Anda bisa mulai melakukan pencocokan kurva dengan penambahan jumlah lapisan dan nilai resistivitas setiap lapisannya. Untuk menambah jumlah lapisan anda bisa klik menu toolbar Model → Split. Untuk mengurangi jumlah lapisan dengan cara klik Model → Join. Perkiraan jumlah lapisan tersebut tentunya berdasarkan keadaan geologi di lokasi survey. Menu toolbar lainnya bisa anda eksplorasi sendiri karena relatif mudah untuk mengetahuinya dengan mengarahkan mouse ke arah icon.

Setiap langkah pengolahan yang anda lakukan pad software IPI2Win secara otomatis akan tersimpan karena setting default program. JIka setting Auto-save dinon-aktifkan maka bisa dilakukan  dengan cara klik File → Save.

Penambahan Data Pengukuran

Untuk menambahkan titik pengukuran VES anda harus exit program IPI2Win terlebih dahulu karena bisa menyebabkan software error (kemungkinan karena software yang belum stabil). Sehingga untuk input data pengukuran yang kedua dan seterusnya maka software harus di-close terlebih dahulu.

Setelah program IPI2Win dijalankan kembali, maka klik File → Open untuk membuka file lokasi pengukuran VES yang pertama. Ekstensinya adalah *.dat. Setelah itu anda bisa menambahkan lokasi pengukuran VES yang lain dengan cara File → Add file. Lalu pilih file pengukuran VES kedua dengan ekstensi *.dat. Setelah itu akan muncul window untuk melakukan save united profile, yaitu file gabungan antara data VES pertama dan kedua. Tentukan lokasi save dan beri nama file lalu klik Save.

ip2win5

Muncul window information, anda bisa memilih jenis array type / konfigurasi elektroda yang digunakan. Bisa Schlumberger, Wenner, atau lainnya. Pada Coordinat table, N adalah identitas file pengukuran, VES Name adalah nama dari file pengukuran, X adalah jarak antara lokasi titik pengukuran, dan Z adalah elevasi dari masing-masing titik pengukuran VES. Kemudian klik tombol OK. Muncul resistivity section dari 2 titik pengukuran, tabel error dan grafik dari salah satu titik. Untuk menunjukkan tampilan pseudo section hasil inversi bisa anda lakukan dengan klik Section → Pseudo-section.

IP2Win7.jpg

Untuk eksport tampilan tersebut menjadi image dapat dilakukan dengan cara File  → Export  → BMP. Anda juga bisa eksport dalam format Surfer ataupun RES2DINV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *